Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan 168 warga negara Indonesia di Filipina dapat kembali ke Tanah Air sementara sembilan sisanya masih diperlukan informasinya.
"Dari 177 warga negara Indonesia, 168 sudah dalam status 'ready to go', sembilan memang harus tinggal lebih lama karena diperlukan infornasi yang lebih dalam," kata Retno di Hangzhou, Tiongkok, Minggu.
Retno mengungkapkan proses pemulangan akan dilakukan pada Minggu ini dengan menggunakan pesawat Air Asia, dengan rute Manila-Makasar-Jakarta.
"Jadi seluruh proses imigrasi akan dilakukan di Makassar. Mereka akan diberangkatkan dari manila pagi ini," ungkapnya.
Retno merinci bahwa dari 168 wni tersebut, 110 akan turun di Makassar, termasuk jamaah yang berasal dari Kalimantan Timur, dan selebihnya akan turun di Jakarta.
Menlu menegaskan bahwa penyelesaian pemulangan 177 jemaah haji yang mengalami masalah di Filiphina sebagian besar sudah dapat diselesaikan dan setelah tiba di Makassar dan Jakarta akan langsung diserahterimakan kepada Pemda setempat.
"Duta besar Indonesia di Manila akan berada di pesawat dengan 168 WNI tersebut," kata Retno.
Sebanyak 177 calon jamaah haji Indonesia ditangkap di Bandar Udara Internasional Ninoy Aquino, Manila, Jumat (19/8) setelah ketahuan menggunakan paspor Filipina.
Petugas mencurigai mereka karena tidak bisa berbahasa Tagalog atau bahasa setempat dan hanya berbicara dalam bahasa Inggris. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika