Suara.com - Pengacara Jessica Kumala Wongso, Otto Hasibuan menilai keterangan Ahli Patologi Forensik dari Universitas Queensland, Brisbane, Australia, Beng Beng Ong memberikan titik teranga untuk mengurai misteri kematian Wayan Mirna Salihin. Dari keterangan saksi meringankan tersebut, Otto menganggap fakta sianida ditemukan di lambung Mirna dapat digugurkan.
"Memang 18 kali sidang menunggu-nunggu ini. Sengaja kita berbicara dengan yang lain-lain. Menunggu saat ini dan kita tahu sekarang tidak ada sianida di lambung Mirna," kata Otto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/8/2016).
Mantan Ketua Umum Perhimpunan Advokasi Indonesia (Peradi) itu pun menilai adanya pemeriksaan sampel cairan di lambung setelah Mirna meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo juga menandakan jika tidak adanya sianida. Menurutnya kasus seperti ini apabila terjadi di Amerika Serikat bakal ditutup.
"Lambungnya sudah diambil cairannya 70 menit setelah dia meninggal ternyata hasilnya negatif. Jadi kalau sudah negatif tidak ada kasus," kata dia.
"Kalau sudah tidak ada sianida terus tidak boleh lagi ke pengadilan. Ini ilmiah di jalankan, kalaupun ada tidak perlu ditambah-tambahin. Kalaupun ada itu mortem proses. Saya kira kalau (kasus kematian Mirna) di Amerika kasus ini sudah berhenti," Otto menambahkan.
Namun demikian, Ottot menyebutkan jaksa penuntut umun tetap mencari-cari kesalahan kliennya, meski pemeriksaan tersebut dianggap tidak ada penemuan sianida di lambung Mirna
"Kalau pun di Indonesia ini kan bukan kesalahan kami. (Jaksa dan Hakim) terus-terus memeriksa perkara ini sampai habis. Tapi bagi kami ini selalu dikatakan bukan Jessica siapa lagi. Tanya dulu ini ada sianida nggak. Sianida betul-betul tidak ada," kata Otto.
Berita Terkait
-
Sidang Jessica Geger Saat Jaksa Ungkit Visa Saksi Asal Australia
-
Dimentahkan Saksi Jessica, Cuma Begini Reaksi Jaksa
-
Saksi Jessica Bandingkan Kematian Mirna dengan 2 Kasus Tragis Ini
-
Seharusnya Sianida Juga Ditemukan di Hati dan Empedu Mirna
-
Keterangan Saksi Jessica Berlawanan Terus dengan Saksi dari JPU
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara
-
Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia