Hari ini, Selasa (6/9/2016), Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, menggelar rapat paripurna Ke-5 masa persidangan I, tahun sidang 2016-2017.
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Taufiq Kurniawan.
Pembahasan rapat terkait dengan laporan Komisi III DPR RI mengenai hasil uji kelayakan dan kepatutan, terhadap calon hakim agung dan calon hakim adhoc tipikor di mahkamah agung tahun 2016 dan dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Laporan disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman. Setelah Benny membacakan nama-nama calon hakim yang diusulkan oleh Komisi Yudisial, ia lantas membacakan tahapan-tahapan uji kelayakan oleh Komisi III terhadap nama-nama tersebut.
"Dari 5 nama calon hakim agung dan 2 nama calon hakim ad hoc, yang diusulkan KY, Komisi III DPR hanya memberikan persetujuan terhadap 3 calon Hakim Agung karena dipandang tidak layak," kata Benny.
Berikut nama calon Hakim Agung yang disetujui Komisi III DPR.
1. Panji Widagdo, Jabatan Ketua Pengadilan Tinggi Mataram. Ditempatkan sebagai calon Hakim Agung kamar peradilan perdata.
2. Ibrahim, jabatan dosen fakultas hukum Universitas Muslim Indonesia. Ditempatkan sebagai calon hakim agung kamar peradilan perdata.
3. Edi Riadi, jabatan ketua pengadilan tinggi agama Jakarta. Ditempatkan sebagai calon hakim agung kamar peradilan agama.
Berdasarkan pantaua Suara.com, setelah Benny membacakan laporannya, pimpinan sidang, Taufiq Kurniawan lantas meminta persetujuan dari seluruh Fraksi yang ada. Hasilnya, seluruh Fraksi pun memberikan persetujuannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi