Suara.com - Jaksa Penuntut Umum akan mendalami pelanggaran keimigrasian Beng Beng Ong, saksi ahli dari Australia yang dihadirkan pihak terdakwa Jessica Kumala Wongso di persidangan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin.
Menurut Jaksa Shandy Handika, pendalaman itu untuk menganalisa apakah keterangan Beng Ong di persidangan pada Senin lalu sah atau tidak. "Nah itu semua nanti dijadikan analisa. Kami belum bisa ngomong sekarang," katanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).
Lebih lanjut kata Shandy, seharusnya tim kuasa hukum Jessica memenuhi prosedur yang berlaku di Indonesia ketika mendatangkan Beng Ong dari Australia. Sehingga, masasah seperti tak perlu terjadi.
"Pokoknya semua hukum itu ada prosedurnya juga. Prosedur untuk mendatangi saksi ataupun ahli juga harus dipenuhi," ujarnya menegaskan.
Menanggapi kuasa hukum Jessica, Otto Hasibuan yang menyatakan keterangan Beng Ong tetap sah, Shandy punya jawaban sendiri. Alasan Otto, majelis hakim menolak keberatan JPU terkait visa yang dipakai Beng Ong di persidangan sebelumnya.
"Karena kan dari kesempatannya (bertanya) setelah penasehat hukum. Bagaimana kami bisa mengutarakan, kalau penasehat hukum belum selesai," ujar Shandy.
Sementara itu, Beng Ong sendiri telah dideportasi ke Australia pada pagi tadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Lalu Lintas Tol Regional Nusantara Tembus 2,6 Juta Kendaraan hingga H+3 Lebaran 2026
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Dikabarkan Menyerah dan Merapat ke Solo, dr Tifa Beri Jawaban Menohok Lewat 'Senjata' Baru!
-
Percakapan Rahasia Pangeran MBS ke Trump: Teruskan Perang, Hancurkan Iran
-
Tarif Rp1 Picu Lonjakan, Penumpang Transjakarta Tembus 697 Ribu dalam Sehari saat Lebaran
-
Terapkan Operasional Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025
-
Perang Hari ke-27: Ratusan Pesawat Tempur AS-Israel Rontok di Tangan Iran