Suara.com - Total kerugian 160 calon jamaah haji asal Indonesia yang terkena kasus di Filipina mencapai Rp18 miliar. Mereka terkena kasus hukum karena memakai paspor Filipina untuk berangkat ke Tanah Suci. Tadinya, mereka akan diberangkatkan oleh sejumlah agen perjalanan haji, setelah sindikat terbongkar, tujuh pemimpin agen ditetapkan menjadi tersangka.
Para tersangka yaitu pimpinan PT. Ramana Tour berinisial H alias AS dan BMDW, pimpinan Hade El Badr Tour berinisial Z alias AP, pimpinan PT. Shafwah berinisial HF alias A dan HAH alias H. Sementara tersangka M alias NA, H alias MT, belum disebutkan dari agen perjalanan yang mana.
Tersangka H alias AS dan BMDW dari Ramana Tour memberangkatkan 38 calon jamaah haji dengan rincian 19 orang asal Jepara (Jawa Tengah), 12 orang asal Pasuruan (Jawa Timur), dua orang asal Jambi, tiga orang asal Tangerang (Banten), dan dua orang asal Bogor (Jawa Barat. Total kerugian korban mencapai Rp3,5 miliar, kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jumat (9/9/2016).
Kemudian tersangka Z alias AP dari Travel Hade El Badr Tour memberangkatkan 12 calon jamaah haji. Totl kerugian korban mencapai Rp2 miliar.
"Laporan polisi 2 September dengan tersangka Z alias AP pimpinan salah satu travel agen PT. Hade El Badr Tour. Merekrut dengan janji melalui Filipina bisa cepat," katanya.
Selanjutnya tersangka HF alias A dan HAH alias H dari PT. Shafwah memberangkatkan 24 calon jamaah haji. Total kerugian para korban mencapai Rp3 miliar.
Kemudian dari agen perjalanan lain, tersangka M alias NA memberangkatkan 65 calon jamaah haji dengan kerugian korban sebesar Rp6,3 miliar.
Terakhir tersangka H alias MT memberangkatkan 21 calon jamaah. Sebanyak 20 calon membayar Rp150 juta rupiah dan satu calon membayar Rp136 juta. Total kerugiannya sebesar Rp3,1 miliar.
"Total kita hitung ada tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dengan lima laporan polisi," kata Boy.
Setelah kasus ini, polisi berharap para calon jamaah haji teliti memilih agen perjalanan.
"Prinisipnya ini bisa jadi pelajaran agar nggak terjadi seperti ini lagi," kata dia. [Erlangga Bregas Prakoso]
Berita Terkait
-
Prabowo Bertemu Marcos Jr di KTT ASEAN, Stabilitas Asia Tenggara Jadi Prioritas
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi