Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Komisaris Jenderal Budi Gunawan segera melaporkan harta kekayaan ke KPK. Pasalnya, mulai hari ini, Budi Gunawan sudah menduduki posisi kepala Badan Intelijen Negara.
"Semua penyelenggara negara itu semuanya harus laporkan LHKPN," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Andriati mengatakan LHKPN harus secara jujur disampaikan ke KPK. KPK nanti akan memverifikasi laporan tersebut. KPK, kata Yuyuk , siap bila nanti Budi membutuhkan pendamping untuk mengisi LHKPN.
"Petugas-petugas LHKPN akan mendampingi penyelenggara negara yang mungkin tidak mengerti," kata Yuyuk.
Tak hanya Budi, KPK juga meminta bawahan Presiden Joko Widodo yang lain untuk menyerahkan laporan kekayaan.
"Termasuk menteri-menteri yang dilantik hasil reshuffle kemarin. Semua penyelenggara negara," kata dia.
Budi terakhir kali melaporkan harta kekayaan pada 26 Juli 2013. Ketika itu, dia masih menjabat kepala Lembaga Pendidikan Polri. Total harta kekayaan Budi tercatat Rp22.657.379.555 dan 24 ribu dollar Amerika Serikat.
Sementara pada 19 Agustus 2008, saat menjadi Kapolda Jambi, harta Budi tercatat Rp4.684.153.542 yang mayoritas berupa harta tidak bergerak yaitu tanah dan bangunan.
Berita Terkait
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Rocky Gerung: 'Hantu' Isu Lama Jokowi akan Terus Bayangi Pemerintahan Prabowo
-
Mahfud MD Kasih Dua Jempol untuk Prabowo: Ada Apa Ini?
-
Pengamat: Reshuffle Prabowo Tepis Bayang-bayang Jokowi dan Kirim Pesan ke PDIP
-
Reshuffle Kabinet Prabowo: Murni Evaluasi Kinerja atau Sekadar Drama Politik?
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris