Suara.com - Pegiat Budaya ke Luar Negeri merupakan bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia bidang pendidikan dan kebudayaan dalam hal ini guru dan tenaga pendidik, serta pegiat budaya.
Kepala Sub Bagian Kerjasama Direktorat Jendral Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Yayuk Sri Budi Rahayu menjelaskan program ini berawal dari pertemuan Wakil Presiden dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 2 Februari 2016 yang membahas tentang dana pendidikan, yang ditindaklanjuti dengan mengundang Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan sehingga merumuskan program pertukaran informasi dan people-to-people contact untuk guru, tenaga pendidik dan pegiat seni budaya.
Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pengampu Pegiat Budaya, telah melakukan klasifikasi jenis-jenis profesi yang akan dilibatkan dalam kerjasama ini, yang meliputi: pengelola arsip, pengelola museum dan galeri, musik, film, teater, tari dan seni visual, dan telah melakukan seleksi dan diumumkan pada tanggal 28 Juni 2016.
Hingga bulan Juni 2016, kata Yayuk, LPDP tetap berkomitmen membantu pendanaan dan pengiriman misi budaya ini. Dan disusun jadwal dan data terkait hasil seleksi Pegiat Budaya yang dilakukan melalui persiapan internal. Pada minggu kedua Agustus 2016, LPDP mengatakan belum bisa memberi kepastian. Berdasarkan informasi terakhir dari LPDP, Ditjen Kebudayaan mendapatkan informasi bahwa program ini masih dibicarakan dan ada kemungkinan karena alasan keuangan program ini akan ditunda.
Menyikapi perkembangan ini, Ditjen Kebudayaan dengan berat hati menyampaikan bahwa pelaksanaan program yang sedianya akan dilaksanakan tanggal 21 Agustus 2016 sampai 9 September 2016 tidak jadi dilaksanakan.
Direktur Jenderal Kebudayaan menyatakan bahwa seluruh kerjasama dengan LPDP terkait pelaksanaan program dinyatakan batal, namun Ditjen Kebudayaan tetap akan meneruskan program ini dengan pembiayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Selanjutnya Ditjen Kebudayaan melakukan pertemuan dengan perwakilan pegiat budaya pada tanggal 7 September 2016, dalam pertemuan tersebut disepakti bahwa program ini tetap dilanjutkan tapi tidak lagi berkerja sama dengan LPDP. Pada tanggal 14 September 2016 diadakan kembali pertemuan antara Ditjen Kebudayaan, Perwakilan Pegiat Budaya, Perwakilan Kedutaan Besar Selandia Baru, Biro PKLN.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa untuk pelaksanaan programnya akan di selanggarakan dari tanggal 10 November 2016 s.d. 4 Desember 2016.
Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kerja sama diantara Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Beasiswa Unggulan Biro PKLN. Untuk pelaksanaanya sendiri bekerjasama dengan pihak Auckland University of Tecnology sebagai counterpart program ini di Selandia Baru. Direncanakan pada akhir september 2016 akan dilakukan penanda tangananan MoU antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan AUT.
Pelaksanaan program ini berupa program mentorship yang merupakan wadah cultural exchange antara Indonesia dan Selandia Baru.
Program ini akan dirancang berdasarkan masukan dari para pegiat budaya terkait sasarannya. Diharapkan sekembalinya dari Selandia Baru para Pegiat Budaya bisa menjadi agen-agen perubahan di tempatnya masing-masing. Direncanakan tiga bulan dari selesainya program satu persatu peserta Pegiat Budaya akan dikunjungi dan diwawancarai terkait implementasi hasil dari kegiatan selama di Selandia Baru sebagai evaluasi dari pelaksanaan kegiatan ini.
Berita Terkait
-
Bandingkan Aturan Kuota Haji Muhadjir vs Gus Yaqut, KPK Temukan Anomali 'Separuh-separuh'
-
Hanya 20 Hari Jadi Menag Ad Interim, Muhadjir Effendy Dicecar KPK Soal Alokasi Kuota Haji
-
Kasus Kuota Haji Terus Bergulir, KPK Periksa Muhadjir Effendy
-
Sempat Ajukan Penundaan Pemeriksaan dalam Kasus Haji, Muhadjir Effendy Tiba-tiba Muncul di KPK
-
KPK Akan Periksa Muhadjir Effendy soal Mekanisme Pembagian Kuota Haji 2023-2024
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri