- Alvaro Kiano Nugroho (6) meninggal akibat kekerasan oleh penculik Alex Iskandar (49) karena rewel menagih janji mainan.
- Pelaku menyembunyikan jasad korban di garasi, lalu membuangnya di bawah jembatan Cilalay, Bogor, Jawa Barat setelah tiga hari.
- Kasus terungkap setelah keponakan pelaku menceritakan kejadian itu kepada teman sekelas, memicu laporan ke kepolisian setempat.
Suara.com - Tabir kelam yang menyelimuti nasib tragis Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya tersingkap. Kepolisian berhasil mengungkap serangkaian kekerasan brutal yang dialami bocah malang tersebut di tangan penculiknya, Alex Iskandar (49), sebelum jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan hanya tinggal kerangka di dalam kantong plastik.
Sebuah tangisan karena rindu pulang dan rengekan menagih janji mainan menjadi pemicu aksi keji yang tak terbayangkan. Alvaro, yang terus-menerus rewel, membuat Alex gelap mata. Kekerasan pun menjadi jawaban atas kepanikan pelaku.
"Karena AKN ini rewel dan nangis ingin pulang dan mainan yang dijanjikan itu tidak kunjung ada, belum dibeli. Dari situ AKN dibekap dengan handuk yang tergantung dan juga dicekik serta ditindih," ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Polisi Nicolas Ary Lilipaly, dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Dalam cengkeraman maut itu, perjuangan hidup Alvaro harus berakhir. Menurut Nicolas, tindakan biadab tersebut berlangsung cepat dan mematikan.
"Dalam waktu kurang lebih tiga menit, korban AKN ini tidak bergerak lagi," katanya.
Kepanikan seketika melanda Alex di kediamannya di Tangerang. Alih-alih menyesali perbuatannya, ia justru sibuk menyusun rencana untuk menghilangkan jejak kejahatannya.
Otaknya bekerja cepat mencari cara menyingkirkan jasad mungil yang sudah tak bernyawa itu.
"Akhirnya dia putuskan untuk keluar untuk mencari kantong plastik sampah hitam yang besar itu, kembali ke rumah, dan diikat supaya bisa dimasukkan dengan baik di dalam kantong plastik hitam itu," jelas Nicolas.
Sandiwara Pelaku dan Upaya Menghilangkan Jejak
Baca Juga: Rencana Kubur Gagal, Ketakutan yang Memuncak: Ini Jejak Gelap Alex Tutupi Kematian Alvaro
Jasad Alvaro yang telah terbungkus rapat dalam plastik hitam kemudian disembunyikan di garasi rumah pelaku.
Untuk mengelabui siapa pun yang mungkin curiga, Alex menutupi bungkusan tersebut dengan mobilnya. Selama tiga hari, jasad itu teronggok di sana, menjadi saksi bisu kekejaman yang telah terjadi.
Merasa tempat itu tidak lagi aman, Alex memindahkan jasad korban. Dengan bantuan beberapa orang suruhan, ia membuang kantong plastik berisi jasad Alvaro di bawah jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Sebuah alibi licik pun disiapkannya. Ketika ada yang mencium bau busuk dari bungkusan tersebut, Alex dengan enteng menyebutnya sebagai bangkai anjing.
Tidak berhenti di situ, Alex bahkan memainkan sandiwara yang sempurna. Ia berpura-pura prihatin dan turut serta bersama keluarga dalam upaya pencarian Alvaro yang dilaporkan hilang sejak 6 Maret 2025. Selama delapan bulan, ia berhasil mengelabui keluarga dan aparat.
Pihak kepolisian sendiri telah melakukan penyelidikan intensif. Pencarian dilakukan ke berbagai lokasi, mulai dari Batam, Bandung, Sukabumi, hingga Cianjur.
Berita Terkait
-
Utang Rp500 Ribu Berujung Maut: Dibentak dan Diludahi, SA Gorok Leher Teman Saat Tertidur
-
Rencana Kubur Gagal, Ketakutan yang Memuncak: Ini Jejak Gelap Alex Tutupi Kematian Alvaro
-
Berkaca dari Kasus Alvaro, KemenPPPA Ingatkan Jangan Salah Pilih Pasangan saat Sudah Punya Anak
-
Dibentak dan Diludahi: Motif Sakit Hati Ungkap Pembunuhan Mayat dalam Karung di Cikupa
-
Penyisiran Ulang Sungai di Bogor, Polisi Temukan Rahang Bawah Diduga Milik Alvaro
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran
-
Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar
-
AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran
-
Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar
-
Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri
-
Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran
-
27 Orang Tewas dalam Kebakaran Maut Pub Na Ladprao Bangkok, Termasuk Personel Band
-
ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!
-
Pangkalan Militer AS di Teluk Jadi Sasaran Serangan Rudal dari Pasukan Iran, Selat Hormuz Ditutup