Suara.com - Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 di Jawa Barat ini merupakan PON terakhir bagi atlet wushu putri Sumatera Utara Lindswell.
"Ini menjadi PON terakhir bagi saya karena faktor usia yang mempengaruhi kemampuan fisik saya," kata Lindswell usai pertandingan di GOR Pajajaran Bandung, Senin.
Menurut dia, di PON XX/2020 usia dirinya sudah hampir 30 tahun yang tentunya akan mempengaruhi fisik. "Dalam empat tahun terakhir ini saya sudah meraih banyak prestasi dan usia saya empat tahun ke depan sudah hampir 30 tahun," katanya.
Lindswell kelahiran Binjai, Sumatera Utara, 24 September 1991. "Kalau untuk pertandingan internasional nanti akan saya lihat kondisi fisik saya," katanya.
Pada Asian Games 2010 Guangzhou, Tiongkok, Lindswell gagal meraih medali tetapi pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan 2014 berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.
Ketika ditanya medali emas PON XIX/2016 Jawa Barat di nomor taijiquan dan taijijian putri ini dipersembahkan untuk siapa, Lindswell mengatakan, tentunya keluarga, pelath, pengurus wushu, dan teman-teman.
"Ini merupakan medali emas pertama di PON karena saya tiga kali PON baru kali ini meraih emas," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
PDIP Jabar Siapkan Relawan Kesehatan Desa, Hasto Kristiyanto: Kemanusiaan di Atas Politik Elektoral
-
Thom Haye dan Keluarga Dapat Ancaman Pembunuhan, Polda Jabar Buka Suara
-
GBLA Siaga Satu, Polda Jabar Ambil Alih Keamanan Duel Panas Persib vs Persija
-
Tertinggi Rp6 Juta! Ini Daftar Gaji Minimum 27 Daerah di Jabar 2026, Daerahmu Urutan Berapa?
-
Edgar Xavier Buka Kemungkinan Jadi Pelatih Wushu usai SEA Games 2025
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian