Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya, yang juga Ketua Lembaga Masyarakat Adat (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)
Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri mengambil alih proses seleksi 14 kursi DPR Provinsi Papua yang akan duduk dari jalur adat. Pasalnya, proses seleksi calon wakil rakyat yang merupakan perwakilan lima wilayah Adat Papua diduga ada kecurangan karena intervensi gubernur Papua.
"Hal berdasarkan pengaduan masyarakat, Forum Persatuan Masyarakat Lima Wilayah Adat Papua kepada Presiden tanggal 15 September 2016, yang intinya menolak keputusan Panitia Seleksi 14 kursi Otsus (otonomi khusus) Provinsi Papua karena intervensi gubernur provinsi," kata Staf Khusus Presiden, Lenis Kogoya, di komplek Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
Lenis menjelaskan bentuk intervensi gubernur Papua adalah pencopotan 19 orang calon tetap dari daftar calon tetap 42 orang, kemudian memasukkan 19 orang nama calon baru dalam tahapan seleksi verifikasi administrasi faktual dan wawancara di tingkat pansel. Nama-nama calon tetap yang dimasukkan mayoritas ialah pengurus partai dan tim sukses pilkada Papua tahun 2018.
"Dasar penolakan itu karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Perda Khusus Provinsi Papua Nomor 6 Tahun 2014 tentang keanggotaan DPRP yang ditetapkan melalui jalur pengangkatan periode 2014-2019. Serta Pergub Papua Nomor 71 tahun 2015 tentang tata cara seleksi pengangkatan anggota DPRP," ujar dia.
Terkait hal itu, kata Lenis, sebagai Staf Khusus Presiden telah gelar rapat dengan para stakeholder, yakni Kemendagri, Kemenkopolhukam, Polri, Badan Intelijen Negara, dan BAIS, dan Sekretariat Kabinet di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Kamis (22/9/2016) kemarin. Rapat tersebut memutuskan mengambil alih dan mengkaji ulang proses seleksi 14 kursi DPRP tersebut.
"Pemerintah akan memanggil Gubernur Papua dan Pansel Provinsi, kemudian mengecek dokumen keputusan Pansel terkait pengangkatan 14 kursi Otsus dari lima wilayah adat tersebut," tutur dia.
Dia menambahkan sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus, para kandidat anggota DPRP merupakan hasil seleksi yang benar-benar berasal dari para tokoh masyarakat dan adat dari daerah yang selama ini memang belum ada keterwakilan di DPR Papua. Namun, yang terjadi justru kebanyakan orang-orang yang terlibat dari partai politik.
Sementara itu, seleksi anggota DPRP yang dipilih melalui jalur otsus untuk 14 kursi diikuti sebanyak 174 orang dari lima Daerah Pengangkatan. Di antaranya Dapeng Ha Anim 20 orang, Dapeng Tabi 37 orang, Dapeng Saereri 37 orang, Dapeng Mee Pagi 37 orang dan Dapeng La Pago 37 orang.
Komentar
Berita Terkait
-
Anak-anak Papua Antusias Sambut Speed Boat Pengantar Makan Bergizi Gratis di Danau Sentani
-
Kecam Kekejian kepada Warga Sipil, Tokoh Muda Serukan Evaluasi Pendekatan Penanganan Papua
-
Possum & Glider Papua 'Bangkit dari Kepunahan' Setelah 6.000 Tahun
-
Berlumur Lumpur ke Pengadilan: Mengapa Masyarakat Adat Malind Menggugat Proyek Jalan PSN di Merauke?
-
Kontak Tembak di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas Aibon Kogoya dan Sita 561 Butir Amunisi!
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Fakta Unik Pulau Kharg Iran, Target Utama Pengeboman Terdahsyat Militer Amerika Serikat
-
Program Pemagangan Nasional Kemnaker Perkuat Keterampilan dan Pengalaman Kerja Peserta
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
Viral Lele Mentah, SPPG di Pamekasan Boleh Beroperasi Kembali jika Sudah Ada Perbaikan
-
Wajib Vaksin Sebelum Mudik Lebaran! IDAI Ingatkan Risiko Campak Meningkat Saat Libur Panjang
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus