News / Nasional
Selasa, 03 Maret 2026 | 12:18 WIB
Anggota Satgas Damai Cartenz di Yahukimo, Papua. [Dok. Satgas Operasi Damai Cartenz]
Baca 10 detik
  • Kontak tembak terjadi antara TNI-Polri dan TPNPB-OPM di Nabire pada Minggu malam, 1 Maret 2026.
  • Aparat menguasai markas diduga milik Dulla Aibon Kogoya serta menyita ratusan amunisi dan uang tunai signifikan.
  • Operasi penegakan hukum lanjutan dilakukan untuk memburu kelompok bersenjata yang melarikan diri dari lokasi.

Suara.com - Aparat gabungan TNI-Polri terlibat kontak tembak dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Nabire, pada Minggu (1/3/2026) malam.

Dalam operasi tersebut, aparat menguasai markas yang diduga digunakan DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D, Dulla Aibon Kogoya, dan menyita ratusan amunisi serta sejumlah barang bukti.

Operasi penegakan hukum tersebut dilakukan oleh Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 setelah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok tersebut di salah satu lokasi persembunyian.

Saat aparat mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak.

Setelah kontak tembak berlangsung, kelompok tersebut melarikan diri dan meninggalkan markas.

Dalam penggeledahan, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, 10 magazen termasuk untuk senjata api jenis SS1 dan AK-101, 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), serta uang tunai Rp79.900.000.

Aparat juga menemukan dua unit telepon genggam yang diduga terkait aksi kekerasan sebelumnya. Satu unit diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat penyerangan tahun lalu.

Satu unit lainnya diduga milik karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu.

Dalam penggeledahan, aparat mengamankan 561 butir amunisi berbagai kaliber untuk senjata laras panjang dan pendek, 10 magazen termasuk untuk senjata api jenis SS1 dan AK-101, 12 unit telepon genggam, lima handy talky (HT), serta uang tunai Rp79.900.000. (Foto dok. Aparat)

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Yusuf Sutejo menyatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata.

Baca Juga: Kebahagiaan Orangtua Siswa SMK di Nabire Berkat Program Pendidikan Gratis

"TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Yusuf kepada wartawan, Selasa (3/3/2026).

Hal serupa disampaikan Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Brigjen Faizal Ramadhani. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

“Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan. Penegakan hukum ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Hingga kini, TNI-Polri masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan memburu para pelaku yang melarikan diri. Operasi penegakan hukum disebut akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.

Load More