Suara.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong kong, Eni Lestari Andayani Adi membuat heboh karena bicara di depan pemimpin dunia di Konfrensi Tingkat Tinggi di PBB. Dia bicara sebagai buruh migrant.
Eni bicara di kantor PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (19/9/2016) pekan lalu. Dia menyampaikan fakta-fakta keadaan 244 juta buruh migran di seluruh dunia.
Sepekan setelah itu atau Selasa (27/9/2016) hari ini, Eni menemui Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri di kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jakarta.
Eni menyampaikan 4 permasalahan yang dialami tenaga kerja Indonesia, terutama di Hong Kong. Pertama soal adanya sistem yang mengharuskan TKI membayar sejumlah uang untuk membuat kontrak penempatan kerja baru. Padahal si TKI masih kerja di tempat yang sama.
“PT sudah terlalu kaya, tidak perlu memberikan uang lebih itu,” kata Eni.
Kedua, Eni mengusulkan TKI bisa melakukan kontrak mandiri dengan majikan. Selama ini TKI dibuat bergantung dengan agen penyalur tenaga kerja. Sementara menurut dia, itu tidak perlu.
“Kita sudah di atas 5-6 tahun, agen sudah tidak perlu. Karena kami sudah tahu cara urus surat-surat,” kata dia.
Eni menilai pengurusan dokumen ketenagakerjaan sangat sulit. Terutama untuk TKI yang sudah habis masa kontrak. Di tambah ada permasalahan aturan membayar uang hingga 3.000 dolar Hong Kong atau seitar Rp5 juta untuk pindah agen. TKI diikat dengan satu agen tertentu. Sehingga dia harus bekerja dengan agen itu selama di negara tujuan.
“Mereka mengikat nomor paspor, sehingga saya tidak bisa cari agen lain. Negara perlu melakukan fleksibilitas. Jangan mengikat nomor paspor kita di sistem online,” paparnya.
Selain itu Eni juga meminta Kemenaker menambah jumlah petugas KJRI yang mengurusi para TKI yang bermasalah.
“Atase ketenagakerjaan susah dicari. Saya paham, karena tiap hari dia dihadapi dengan kasus. Dia menderita sekali, mau menyalahkan juga sulit. Alangkah baiknya ditambah. Karena jumlahnya cuma satu,” papar Ketua International Migrant Alliance (IMA) yang berbasis di Hong Kong itu.
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengapresiasi langkah Eni Lestari melakukan kampanye perbaikan nasib buruh migran di forum internasional.
“Saya mengapresiasi dan mendukung upaya yang dilakukan oleh Mbak Eni untuk perbaikan nasib pekerja migran. Baik pekerja migran asal Indonesia maupun Negara lain,” kata Menteri Hanif.
“Saya dan Mbak Eni memiliki kekhawatiran dan harapan perbaikan untuk pekerja migran yang sama,” ujarnya.
Hanif mengklaim berupaya agar pemerintah tidak mempersulit TKI yang ingin bekerja di luar negeri.
“Pemerintah harus membantu persiapan TKI secara baik dan menyediakan jalan tol untuk mereka. TKI harus dipersiapkan, tapi jangan dihambat,” tegasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno