Suara.com - Pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi setiap tampil di depan publik mengenakan jubah khusus berwarna hitam.
Anggota Komisi III DPR Akbar Faisal yang pekan lalu mendatangi padepokan tersebut sempat menjajal jubah Taat Pribadi. Saat menjajalnya, dia mengaku tidak merasakan hal-hal yang aneh. Dia mengatakan ukuran jubahnya cukup besar.
"Saya coba, kantongnya ada. Dan barangkali uangnya keluar dari situ. Kantongnya itu besar kok. Kata polisi bisa sampai Rp50 juta satu kantong," kata Akbar saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/10/2016).
Akbar meyakini lewat jubah itulah Taat Pribadi memperdaya korban yang meminta yang digandakan. Dia menduga uang sudah disiapkan di kantong jubah.
Saat ini, kata Akbar, penjahit jubah tersebut sudah diketahui keberadaannya. Penjahit jubah diperlukan keterangannya untuk bahan penyidikan kasus.
"Saya dengar kabar penjahit jubahnya sudah didapatkan. Saya dengar selentingan itu," kata Akbar.
Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng, Marwah Daud Ibrahim, meyakini kemampuan yang dimiliki Taat Pribadi. Menurut dia kelebihan Taat Pribadi merupakan pemberian Allah, bukan setan atau jin.
"Saya yakin ini adalah ilmu Allah. Saya yakin kebenarannya. Saya yakin bukan saya dikasih minum, coba bayangin paginya saya jalan kaki sambil dengar earphone saya membaca Al Fatihah, Yassin, Al Mulk dalam proses saya mencari, ada kalau memang ada tipu, ada yang isinya persis sama , saya ambil Quran itu. Seperti kata The Secret apa yang kamu pikirkan, karena saya (percaya) dengan kitab Allah, jadi saya dapat itu," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, semalam.
"Uang itu seolah kita memuja uang, beliau malah mengatakan uang itu di sini kayak sampah," kata dia.
"Bagaimana uang ini kemudian bisa mensejahterahkan masyarakat. Setelah ini butuh pembenahan menyeluruh. Yang tahu kenapa, banyak teman-teman saya dari berbagai daerah, itu pengetahuannya, sama dengan saya. Bahwa ini ada sebuah proses yang harus diselesaikan, setelah proses ini jadi bisa dipakai. Ini sebenarnya bukan wilayah diperdebatkan di umum. Setelah ini, saya ingin orang melihat langsung meriset data-datanya," Marwah menambahkan.
Marwah Daud berharap masyarakat jangan mudah membuat kesimpulan-kesimpulan dalam kasusini.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Jaksa Cecar Misteri Hilangnya Celana Robek, Ini Jawaban Jessica
Biadab, Bayi 1 Tahun Dimutilasi Ibu Kandungnya Sendiri
Ini Pengakuan Pengikut Dimas Kanjeng yang Sulit Dinalar
Tak Direstui Keluarga, Ini Alasan Asty Ananta Tetap Nikah di Bali
Inilah Pekerjaan Mario Teguh Sebelum Menjadi Motivator Terkenal
Berita Terkait
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler