Suara.com - Dari 12 saksi yang dilindungi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, dua di antaranya merupakan saksi kunci kasus kriminal yang menjerat Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng.
"Iya, ada dua saksi yang paling darurat, mereka menjadi saksi kunci, Saksi A, karena dia itu menjadi saksi yang sangat penting memang, termasuk saksi B," kata Wakil Ketua LPSK Askari Razak di gedung LPSK, Jalan Raya Bogor, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (6/10/2016).
Askari menambahkan saat ini tugas LPSK adalah melindungi keselamatan para saksi, terutama kedua saksi kunci.
Kedua saksi diyakini tahu banyak mengenai kasus pembunuhan terhadap dua pengikut padepokan dan penggandaan yang dituduhkan kepada Taat Pribadi.
"Kalau Saksi B ini terkait dengan kematian Ismail Hidayat dan penipuan serta penggelapannya, sementara Saksi A ini terkait dengan pembunuhan Abdul Gani," kata Askari.
Askari mengatakan saksi A merupakan pengikut padepokan. Dia memiliki hubungan baik dengan Abdul Gani, salah satu pengikut yang dibunuh dan jenazahnya ditemukan pada April 2016 lalu di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah.
"Saksi A ini bagian dari Padepokan, dia bagian orang dalam juga, makanya dia banyak mengetahui banyak terkait kematian Abdul Gani. Punya hubungan yang akrab sih tidak, cuma dia punya komunikasi yang baik dengan Abdul Gani. Terkait dengan pembunuhan AG dia tahu," kata Askari.
Abdul Gani merupakan pengikut Taat Pribadi yang sedianya akan dijadikan saksi oleh kepolisian dalam kasus penggandaan uang. Namun, pada tanggal 13 April 2016, saat dimana seharusnya memberikan keterangan, Abdul Gani tidak datang.
Dalam kasus tersebut, sejumlah orang telah dijadikan tersangka, termasuk Taat Pribadi.
Tag
Berita Terkait
-
Setelah di Penjara, Dimas Kanjeng Kembali Berjaya? Fakta di Balik Padepokannya yang Kembali Ramai
-
8 Kasus Dukun Palsu Pengganda Uang yang Pernah Bikin Gempar Seluruh Indonesia
-
4 Kasus Dukun Pengganda Uang yang Menggemparkan, Terbaru Kasus Mbah Slamet
-
Selain Dukun Mbah Slamet, Ini 3 Kasus Penggandaan Uang yang Telan Korban Jiwa
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Demo Depan KPK, GMNI DKI Desak Usut Dugaan Mega Korupsi Rp 112 Triliun di Proyek KDMP
-
Kementerian PKP dan KPK Sinkronkan Aturan Baru Program BSPS untuk Rakyat
-
4 Anggota BAIS Penyiram Air Keras Ngaku Salah, Siap Minta Maaf Langsung ke Andrie Yunus
-
Ahmad Rizal Ramdhani, Dari Korps Zeni Menuju Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
-
Diplomasi Dudung Abdurachman dengan Dubes Saudi: Ada Undangan Resmi untuk Prabowo Haji Tahun 2027
-
Senyum-senyum Donald Trump Tiba di Beijing Disambut Nyanyian 300 Remaja China