Suara.com - Maskapai penerbangan Lion Air membuka rute penerbangan baru dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menuju Bandara Adi Sumarmo Solo, Jawa Tengah.
Penerbangan perdana dilakukan Jumat dan disambut seremonial di gedung VIP bandara dihadiri Wali Kota Banjarbaru Najdmi Adhani, Danlanud Sjamsudin Noor Letkol Bambang Sudewo.
General Manager Bandar Udara Syamsudin Noor Handy Heryudhitiawan di Banjarbaru, menyambut baik rute baru yang dibuka Lion Air untuk melayani penumpang di bandara itu.
"Kami sebagai otoritas bandara menyambut baik rute baru yang dibuka Lion Air sehingga pengguna jasa bandara bisa semakin terlayani untuk mencapai kota tujuan," ujarnya.
Handy mengatakan, rute penerbangan Lion Air tujuan Solo terbang setiap hari sehingga rute baru itu menambah jumlah penerbangan baik berangkat dan datang sebanyak 86 kali per hari.
Disebutkan, persentase terbesar penerbangan di bandara yang terletak di Kota Banjarbaru sekitar 25 kilometer dari Kota Banjarmasin, ibu kota Kalimantan Selatan masih dipegang Lion Air.
"Jumlah penerbangan Lion Air baik berangkat maupun datang sebanyak 46 kali per hari atau mencapai 65 persen dari seluruh penerbangan di Bandara Syamsudin Noor," ungkapnya.
Menurut Handy, pihaknya siap untuk berkoordinasi dengan maskapai lain guna menambah rute baru dari Syamsudin Noor karena masih terbuka slot jadwal penerbangannya.
"Kami akan berkoordinasi dengan maskapai lain untuk menambah rute penerbangan dan berharap penambahan rute ini bisa memacu maskapai lainnya menambah rute baru," ujarnya.
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyambut gembira rute baru yang dibuka Lion Air sehingga bisa melayani pengguna jasa yang ingin bepergian dari dan ke masing-masing kota.
"Kami gembira karena rute baru ini tentu meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa dan diharapkan mereka lebih mengenal Banjarbaru karena letak bandara di Banjarbaru," katanya.
Area Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama mengatakan, dibukanya rute baru sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan promosi pariwisata Kalsel sehingga semakin banyak dikunjungi.
Sementara itu, penerbangan perdana Lion Air dari Solo ke Banjarmasin ditandai dengan sambutan berupa penyemprotan air ke pesawat saat tiba di apron Bandara Syamsudin Noor. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya
-
Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI
-
Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun
-
Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI
-
Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang
-
Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak
-
BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk
-
'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina
-
Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras
-
Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya