Suara.com - Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Darizal Basir mengatakan dari segi etika tindakan Ruhut Sitompul tidaklah tepat. Sebab sikap Ruhut bertentangan dengan keputusan partai.
"Dari segi etika ngga bener ya. Dia bertentangan dengan keputusan partai. Mestinya kita sebagai kader partai terbaik ya harus loyal, bagaimanapun juga terhadap organisasi juga harus loyal. Kalau kita tidak dispilin dan kita tidak loyal dengan keputusan partai, ya lebih baik kita berada di luar partai saja," kata Darizal di DPR, Senin (10/10/2016).
Ruhut masuk dalam kepengurusan tim sukses pasangan petahana Basuki Tjajaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. Padahal, Partai Demokrat sudah mendeklarasi
Kasus ini sendiri, kata Darizal sudah dibawa ke rapat terbatas antara Komisi Pengawas Partai dan Dewan Kehormatan Partai.
Untuk langkah pertama, Komisi Pengawas akan memproses pelanggaran etika ini. Dalam prosesnya, Ruhut tidak pernah datang dari dua kali pemanggilan Komisi Pengawas.
Setelah ada keputusan Komisi Pengawas, putusan ini akan dibawa ke Dewan Kehormatan untuk menjadi rekomendasi buat diserahkan ke Ketua Umum.
"Apa hasilnya? Apa sanksinya? Nanti ketua umum lah yang memberikan," kata Anggota Komisi I DPR ini.
Saat ini Demokrat tidak fokus ke kasus Ruhut. Demokrat memilih fokus ke pemenangan pilkada serentak 2017.
"Saat ini partai sedang sibuk menyiapkan Rakernas tanggal 29. Sebagian pengurus juga sedang mempersiapkan Pilkada," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan