Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta meminta kepada tim pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta untuk segera menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) paling lambat, Kamis (27/10/2016) pukul 18.00 WIB.
Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPUD DKI Jakarta Bidang Pencalonan dan Sosialisasi, Dahliah Umar dalam rapat koordinasi LADK dan Pembatasan Dana Kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016).
Menurut Dahliah, LADK terdiri dari rekening khusus dana kampanye, sumber perolehan saldo awal atau saldo pembukaan, serta rincian penerimaan dan pengeluaran sebelum pembukaan rekening khusus, dan penerimaan sumbangan.
"Jika sekarang sudah ada atau sudah siap, bisa segera diserahkan," kata Dahliah di hadapan perwakilan tim tiga pasangan calon.
Dahliah menambahkan, dalam pelaporan LADK, tim pasangan calon diwajibkan untuk mengisi formulir LADK dalam lampiran 1 pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 8 yanh dirubah dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Dana Kampanye.
"Tim pasangan calon juga mengisi formulir Aplikasi Pelaporan Dana Kampanye KPU RI dan menyampaikan LADK ini tepat pada waktunya," kata Dahliah.
Berita Terkait
-
Tumpeng Ditolak, Habiburokhman Ingin Ahok Cuti Selama-lamanya
-
Ahok Sempat Berburuk Sangka dengan Plt Gubernur DKI Sumarsono
-
PDIP Harap Salam Dua Jari Jokowi Angkat Popularitas Ahok-Djarot
-
Ahmad Dhani: Negara Berhalusinasi Ahok Tidak Menistakan Agama
-
Ahok Minta Anak Magang Balai Kota Dikasih Makan Selama Dia Cuti
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor