Suara.com - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerahkan empat anak buah kapal asal Indonesia yang disandera perompak Somalia kepada keluarga, Selasa (31/10/2016) . Mereka di sandera oleh perompak Somalia sejak 26 Maret 2012.
Empat ABK adalah Sudirman asal Medan, Supardi asal Cirebon, Adi Manurung asal Medan, dan Elson Pesireron asal Ambon.
"Sesuai dengan intruksi Presiden Joko Widido, kami mengambil satu pendekatan yang berbeda yaitu dengan mengambil satu pendekatan komprehensif dengan melakukan koordinasi dengan negara-negara asal para yang disandera pula oleh Somalia," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Gedung Pancasila, Jakarta.
Empat ABK itu sebelumnya bekerja di kapal Naham 3. Kapal ini adalah kapal penangkapan ikan asal Taiwan.
"Proses ini sampai bebasnya para sandera memakan waktu sangat lama, Somalia tidak memiliki pemerintahan Efektif melihat situasi di Somalia tersebut," ujar Retno.
Selanjutnya Retno menceritakan empat ABK, yang berada di tangan para perompak somalia sudah selama hampir empat setengah tahun menjadi sandera.
"Empat setengah tahun berada di wilayah Somalia, mereka ternyata ditawan selama satu setengah tahun berada di dalam kapal. Tiga tahun selanjutnya baru dibawa ke daratan Somalia, sejak 26 Maret 2012 lalu, sampai akhirnya bebas pada 23 Oktober 2016," kata Retno.
Retno menceritakan waktu detik-detik pembebasan terakhir. Ternyata masih sempat adanya upaya para perompak Somalia lainnya untuk mengambil paksa empat ABK tersebut.
"Masalah yang cukup sulit saat kita hadapi di daratan Somalia juga, saya sampaikan juga pada detik - detik terakhir pelepasan sandera. Masih ada upaya kelompok lain atau kelompok sandera berupaya mengambil para empat ABK, ini yang kami alami saat pembebasan sampai akhirnya dilakukan," kata Retno.
Sehari berselang bebasnya empat ABK tersebut pada 24 oktober 2016 mereka langsung menjalankan proses pemeriksaan kesehatan.
"Empat saudara kita harus masih menjalani proses kesehatan, melakukan sekali lagi pemeriksaan kesehatan. Di tangan para sandera cukup lama dan memprihatinkan. Empat saudara dalam kondisi kesehatan cukup baik," kata Retno.
"Saya sekali lagi pimpinan luar negeri terima kasih banyak kepada banyak pihak yang membantu pembebasan sandera, termasuk Badan Intelijen Negara," ujar Retno.
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi
-
Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro
-
Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari
-
Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya
-
Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen
-
Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi
-
Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT