- Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wapres ke-6 RI, wafat pada 2 Maret 2026, di usia 90 tahun.
- Ia pernah menjabat KSAD dan Panglima ABRI sebelum menjadi Wakil Presiden RI periode 1993–1998.
- Sebagai Ketua Umum PBSI, ia sukses mengantar Indonesia meraih emas Olimpiade Barcelona 1992 melalui bulu tangkis.
Suara.com - Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 RI, berpulang di RSPAD Gatot Soebroto pada Senin pagi, 2 Maret 2026, di usia 90 tahun.
Dalam lembaran sejarah politik dan militer Indonesia, nama Try Sutrisno menempati posisi khusus sebagai figur yang dikenal karena kesantunan, loyalitas, dan integritasnya. Menjabat sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, ia bukan sekadar pendamping Presiden Soeharto, melainkan simbol harmoni antara militer dan sipil di masa Orde Baru.
Dari Anak Sopir Ambulans hingga Ajudan Presiden
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, masa kecil Try Sutrisno jauh dari kemewahan. Ayahnya, Subandi, bekerja sebagai sopir ambulans, sementara ibunya, Mardiyah, adalah ibu rumah tangga.
Semangat juangnya terasah sejak dini. Pada usia 13 tahun, ia telah terlibat dalam perang kemerdekaan sebagai kurir bagi Batalyon Poncowati.
Karier militernya dimulai ketika ia diterima di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD) di Bandung pada 1956. Titik balik penting terjadi pada 1974 saat ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Soeharto. Kedekatan ini memberinya pengalaman langsung memahami tata kelola negara dari pusat kekuasaan, membentuk karakter kepemimpinannya yang tenang namun tegas.
Puncak Karier Militer: KSAD hingga Panglima ABRI
Karier Try Sutrisno berkembang pesat. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam IV/Sriwijaya dan Pangdam Jaya sebelum dipercaya menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 1986.
Dua tahun kemudian, ia mencapai puncak karier sebagai Panglima ABRI (1988–1993).
Baca Juga: Mengenang Kiprah Try Sutrisno, Wapres ke-6 RI Berpulang di Usia 90 Tahun
Selama memimpin angkatan bersenjata, Try dikenal sebagai jenderal yang kerap turun langsung ke lapangan. Masa kepemimpinannya juga diwarnai berbagai tantangan besar, termasuk penanganan peristiwa Santa Cruz di Timor Timur dan dinamika keamanan di Aceh.
Di tengah pusaran konflik, ia tetap dikenal sebagai perwira religius yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
Wakil Presiden ke-6 RI: Dinamika Politik 1993
Tahun 1993 menjadi catatan penting dalam sejarah politik Indonesia. Try Sutrisno dicalonkan sebagai Wakil Presiden oleh Fraksi ABRI di MPR bahkan sebelum Presiden Soeharto secara resmi mengumumkan pilihannya.
Langkah ini dipandang sebagai manuver politik militer saat itu. Pada akhirnya, Try resmi dilantik sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia.
Selama lima tahun mendampingi Soeharto, ia memfokuskan perhatian pada pembinaan ideologi dan pengawasan pembangunan. Ia dikenal tidak kaku secara protokoler dan kerap menerima tamu dari berbagai kalangan dengan tangan terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
Jadwal Resmi Pengumuman SNBP 2026
-
Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Zuhur, Salat Jenazah di Masjid Agung Sunda Kelapa
-
Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat
-
Pesta Belanja Jakarta Festive Wonder: Diskon Hingga 70 Persen di 80 Pusat Perbelanjaan Saat Ramadan
-
Gaji Tak Cukup, Kebutuhan Hidup Menumpuk: Guru Honorer Nekat Rangkap Jabatan Meski Dilarang Aturan
-
Memanas! Presiden Kuba Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei, Sebut AS-Israel Langgar Hukum Internasional
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno