Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di gedung Kementrian Pertahanan, di Jakarta, kamis (9/6). [suara.com/Oke Atmaja]
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta semua pihak untuk tidak mencampur-adukkan masalah agama dengan politik..
Hal ini disampaikan dalam silaturahim bela negara dengan sejumlah ulama dan tokoh agama di Aula Bhineka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (11/11/2016).
"Saya minta jangan campur adukkan agama dengan politik. Agama pasti benar, karena dari Allah, tapi politik ada yang bener banyak, tapi banyak yang nggak bener. Yang nggak bener ini bermain-bermain. Aneh juga gampang dikalahkan dengan yang nggak benar," ujar Ryamizard dalam sambutannya.
Maka dari itu, Ryamizard juga menegaskan semua pihak untuk tidak mencampur-adukan antar agama dan poltik.
"Politik pemikiran manusia berdasarkan asumsi persepsi kepentingan, bisa benar bisa salah. Sebagai agama yang rahmatan lil alamin Islam harus bisa meluruskan kebijakan politik kita yang nggak sesuai," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menghimbau para ulama dan ustad untuk menyampaikan kebenaran berdasarkan perintah Allah di dalam Al Quran.
"Yang nggak bener harus dibenerin dengan agama mestinya. Saya minta ustad, ulama yang ceramah di televisi harus sampaikan ini. Yang baik katakan baik, yang salah ya salah. Bagaimana masalah radikal bilang aja nggak baik, karena di Al-Quran ,mana ada bunuh diri bunuh orang masuk surga. Nanti orang- berduyun-duyun," tuturnya.
Dalam acara tersebut hadir pula anggota Dewan Pertimbangan Presiden Hasyim Muzadi, Ketua PBNU Bidang Dakwah Abdul Manan Ghani dan sejumlah ulama lainnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak