Suara.com - Calon wakil gubernur Jakarta nomor urut tiga, Sandiaga Uno, mengatakan Jakarta masih menjadi pasar digital dan belum menjadi epicentrum digital. Untuk itu, Sandiaga mengimbau kepada pengusaha muda HIPMI agar mampu menciptakan teknologi digital untuk mendorong perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia khususnya di Ibu Kota.
“Jakarta masih menjadi pasar digital. Belum menjadi epicentrum digital. A lot of noise about e-commerce, tapi dari segi dampak belum banyak kelihatan. Untuk itu, saya mengimbau kepada teman-teman HIPMI untuk mencipatakan inovasi-inovasi baru untuk mendorong perkembangan bisnis e-commerce ini,” ujar Sandiaga yang menjadi pembicara dalam Forum Dialog HIPMI di Menara Bidakara 2, Jakarta, baru-baru ini.
Bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, Sandiaga berharap agar HIPMI bisa mencetak “pahlawan digital” yang mampu menghadirkan solusi bagi warga Jakarta khususnya yang masih awam soal teknologi. Dalam hal ini, Sandiaga menyebut Anthony Leong, sebagai Pakar Digital Marketing Indonesia yang mampu menciptakan terobosan baru dalam dunia digital.
“Selama 10 bulan saya berkeliling mengunjungi warga Jakarta, masih banyak saudara-saudara kita yang belum merasakan ‘manisnya’ teknologi digital. Dari 60 persen masyarakat menengah, sebesar 10-15 persen masih hidup dibawah garis kemiskinan. Mereka bahkan belum mampu menggunakan teknologi digital. Untuk itu, HIPMI harus melahirkan the next hero pahlawan digital untuk menciptakan inovasi-inovasi baru sebagai solusi atas problematika warga Jakarta selama ini. Dalam hal ini saya mempercayakan kepada Anthony Leong ke depannya untuk membuat terobosan baru dalam bidang teknologi yang manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujar Sandiaga.
Sandiaga menambahkan sebenarnya sudah ada beberapa aplikasi digital yang dicipatakan oleh pengusaha startup dalam negeri untuk membantu masyarakat khususnya pedagang kecil dalam mendistribusikan produk dagangan mereka, hanya saja aplikasi ini belum bisa dirasakan sepenuhnya oleh pelaku usaha dan konsumen.
Mantan Ketua Umum HIPMI berharap kehadiran perusahaan-perusahaan financial teknologi atau fintech bisa memberikan solusi bagi UMKM dengan memberikan harga bahan-bahan pokok yang lebih murah dan juga menciptakan lahan pekerjaan baru yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.
“Digital harus mampu menciptakan lapangan kerja, jika ada maslaah regulasi kita bisa dorong bersama untuk meminta solusi dari pemerintah,” katanya.
Di tempat yang sama, pengusaha muda Anthony Leong menyatakan bahwa ke depannya harus ada sinergi antara pemerintah dengan pengusaha.
"Sinergi dan kolaborasi ke depannya penting untuk membangun sebuah kota. Kita harapkan yang terbaik karena pengusaha juga harus ada iklim investasi yang baik, iklim usaha yang memang menunjang," kata Anthony, fungsionaris HIPMI.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura
-
Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen