Suara.com - Pihak kepolisian masih memverifikasi laporan dugaan tindak pidana yang dituduhkan kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah lantaran dianggap telah melakukan upaya penghasutan saat menyampaikan orasi di tengah aksi demonstrasi 4 November.
"Ya kan baru laporan kemarin, nanti diverifikasi dulu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, Minggu (13/11/2016).
Menurutnya, langkah pertama dalam penyelidikan tersebut, nantinya Relawan Solidaritas Merah Putih yang melaporkan Fahri Hamzah akan dimintai keterangan sebagai pihak pelapor.
"Kan masih melakukan penyelidikan dulu. Panggil dulu pelapornya, kumpulkan barang buktinya, penyidik cari dulu alat buktinya," katanya.
Lebih lanjut, Awi menyampaikan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan dua alat bukti yang cukup, maka kasus dugaan penghasutan yang disangkakan kepada Fahri bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Nanti kalau sudah memenuhi unsur baru ditingkatkan ke penyidikan," katanya.
Fahmi sebelumnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena dianggap mencoba melakukan tindakan makar saat menyampaikan orasi kepada para pendemo di depan Istana Merdeka. Orasi politikus PKS itu diduga menyebarkan hasutan agar massa pendemo melakukan tindakan anarkistis.
Laporan yang dibuat Relawan Solidaritas Merah Putih bernomor LP/5541/XI/2016/PMJ/Ditreskrimum tanggal 11 November 2016. Atas laporan tersebut, Fahri diangap melanggar Pasal 160 KUHP tentang penghasutan
Tak hanya itu, pendukung Joko Widodo, Barisan Relawan Jokowi Presiden, juga melaporkan Fahri ke Bareskrim Polri, Rabu (9/11/2016) atas tuduhan yang sama.
Awi mengatakan mengenai dua laporan tersebut, penyidik Polda Metro dan Bareskrim Polri akan melakukan koordinasi guna menentukan siapa yang akan menangani lebih lanjut laporan tersebut.
"Kita nanti koordinasi dulu sama penyidik. Kan baru laporan ya," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!
-
Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!