Suara.com - Setiap hari kerja calon Gubernur Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan menerima pengaduan masyarakat di Rumah Lembang, Jalan Lembang, nomor 25 dan 27, Menteng, Jakarta Pusat. Pengaduan dimulai hari ini, dan seterusnya akan dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB.
"Iya, kecuali hari Sabtu Minggu (nggak). Kayak kerja saja kita," ujar Ahok di markas pemenangannnya, Senin (14/11/2016).
Ahok menerangkan segala bentuk pengaduan masyarakat akan ditindak lanjuti ke Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta. Jika pengaduan warga dapat ditangani sendiri, Ahok memastiakan akan menanganinya langsung tanpa harus menindak lanjuti ke dinas terkait.
"Kan bisa langsung kita kerjakan, misal kaya tadi dia minta buat bikin kaki palsu di depan, langsung saya bisa pakai uang saya untuk ngasih," katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini menerangkan, sebagian warga yang mengadukan persoalan di Jakarta langsung kepadanya karena tak mengerti jika harus melapor melalui aplikasi Qlue.
"Itu warga yang nggak ngerti pakai Qlue, yang ngerti pakai Qlue nggak akan datang kok (untuk melapor di Rumah Lembang). Lagian yang datang kebanyakan mau foto-foto sebetulnya," ucap Ahok.
Lebih jauh, setelah mendengarkan keluhan masyarakat Jakarta, selanjutnya Ahok akan melakukan blusukan dan kampanye untuk mensosialisasikan program serta visi dan misi menjelang Pilkada Jakarta 15 Februari 2017.
"Setelah itu baru kita mulai blusukan ke beberapa lokasi. Kalau ada penolakan kita liat aja, ini orang lokal atau orang dalem (yang nolak). Kan kita bisa lapor polisi tangkapin juga orang yang menghalangi kita kampanye," kata Ahok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR