- Perbandingan harga Drone Shahed Iran (sekitar Rp320 juta) dengan robot anjing Polri (hampir Rp3 miliar) menjadi viral.
- Drone Shahed Iran efektif dalam serangan meski murah, sedangkan robot anjing Polri dipertanyakan efektivitasnya meski mahal.
- Robot anjing Polri (i-K9) diperkenalkan Juli 2025, dikembangkan bersama perusahaan teknologi lokal untuk deteksi.
Suara.com - Perbandingan harga drone Shahed milik Iran dengan robot anjing milik Polri mendadak viral di media sosial.
Publik terkejut setelah mengetahui drone kamikaze yang dipakai Iran untuk porak porandakan Israel dan pangkalan militer AS di negara Teluk hanya habis dana Rp320 juta.
Sementara robot anjing Polri dibanderol hampir Rp3 miliar. Selisih harga yang jauh ini langsung memicu komentar satir dari warganet.
“Drone Rp300 jutaan bisa bikin militer dunia panik, robot anjing Rp3 miliar malah bikin kita bingung,” tulis seorang netizen pada postingan @nowdots
Komentar serupa membanjiri postingan tersebut, bahkan ada yang menyebut perbandingan ini seperti “liga profesional lawan pertandingan amatir,"
Drone Shahed dikenal luas karena digunakan Iran dalam konflik Timur Tengah dan disebut-sebut mampu merepotkan pertahanan udara Amerika Serikat dan Israel.
Teknologi ini sederhana, murah, tetapi punya efek nyata di medan tempur.
“Murah tapi bikin pusing,” tulis akun lain yang ikut menyoroti perbandingan tersebut.
Sebaliknya, robot anjing milik kepolisian justru menuai kritik karena dianggap belum menunjukkan fungsi yang sebanding dengan harganya.
Baca Juga: Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
Banyak warganet mempertanyakan prioritas pengadaan alat canggih jika manfaatnya belum terlihat jelas di lapangan.
“Kalau cuma buat patroli santai, mahalnya kayak beli pemain bintang tapi cuma duduk di bangku cadangan,” sindir netizen lainnya.
Perdebatan pun melebar bukan hanya soal harga, tetapi juga soal efektivitas.
Netizen menilai teknologi mahal seharusnya memberi dampak nyata, bukan sekadar terlihat futuristik.
“Yang satu dipakai di perang sungguhan, yang satu dipakai buat konten,” tulis komentar lain.
Drone Shahed merupakan keluarga drone militer buatan Iran yang digunakan untuk pengintaian dan serangan, terutama jenis drone kamikaze yang dirancang untuk menghantam target dan meledak.
Berita Terkait
-
Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
-
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
-
Bikin Gempar vs Gentar: Adu Fitur Drone Iran Rp300 Juta Lawan Robot Anjing Polri Rp3 Miliar
-
Daftar Negara Timur Tengah Dihujani Rudal Neraka Iran
-
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Timur Tengah Jika Infrastruktur Maritimnya Diserang
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Temui Gibran di Istana Wapres, Kini Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi 100 Persen Asli
-
Mengenal 'Pasukan Siluman' Unit NOPO, Sang Penjaga Nyawa Mojtaba Khamenei
-
Sebelum Sidang Kabinet, Prabowo dan Menteri-menteri Bayar Zakat di Istana Negara
-
Komisi XIII DPR: Percuma Ada Polisi Jika Tak Mampu Ungkap Motif Penyerang Andrie Yunus
-
Aksi Joget Donald Trump di Tengah Perang Viral, Gesturnya Tuai Kritikan Tajam
-
Resmi Dibeli Indonesia, Ini Spesifikasi Mengerikan Rudal Supersonik BrahMos
-
Kompolnas Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS sebagai Ancaman Demokrasi
-
BrahMos vs Fattah 1: Timur Tengah Membara, Indonesia Ikut Beli Rudal yang Ditakuti Barat
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Ahmad Sahroni Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS: Teror Terhadap Demokrasi