News / Internasional
Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:27 WIB
Gestur Presiden AS, Donald Trump dikritik tajam karena malah asyik joget di tengah perang. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump menari mengikuti lagu 'YMCA' setelah berpidato di Hebron, Kentucky, memicu perdebatan global.
  • Kritik muncul karena kontras antara tarian Trump dan situasi perang AS-Iran yang menyebabkan korban jiwa signifikan.
  • Media internasional, seperti LCI Prancis, menyoroti ketidakpedulian presiden di tengah konflik yang meningkat di Timur Tengah.

Suara.com - Di saat kawasan Timur Tengah membara akibat perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, sebuah video yang menunjukkan Presiden Donald Trump justru menjadi sorotan karena alasan yang sama sekali berbeda.

Trump tertangkap kamera asyik menari, sebuah gestur yang memicu perdebatan sengit dan kritikan tajam di panggung global.

Sebuah klip video yang memperlihatkan Trump melakukan joget khasnya, mengepalkan tangan mengikuti irama lagu disko 'YMCA' dari Village People menyebar dengan cepat di media sosial.

Para pengkritik langsung menyoroti kontras yang sangat mencolok antara sikap riang sang presiden dengan realitas perang yang telah merenggut nyawa prajurit AS dan ribuan korban di Iran.

Aksi menari yang dilakukan Trump setelah berpidato di Hebron, Kentucky, pekan ini sontak membelah opini publik.

Para pendukung setianya dari gerakan MAGA membanjiri media sosial dengan pujian, sementara pihak lain menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dan tidak menunjukkan empati.

Kritik paling keras datang dari media internasional. Sebuah segmen dari jaringan berita Prancis, La Chaine Info (LCI) menjadi viral karena menampilkan tayangan layar terbelah yang begitu kuat.

Sebagaimana dilaporkan oleh Mediaite, di satu sisi layar, LCI menunjukkan visual sebuah kapal tanker minyak yang terbakar, sementara di sisi lain, Trump terlihat ceria menari mengikuti alunan musik.

Gambaran visual ini dianggap sebagai rangkuman sempurna dari situasi yang ada yaitu seorang presiden yang tampak tidak peduli di tengah konflik yang baru saja ia mulai.

Baca Juga: Israel Digempur Rudal Iran, Tujuan AS Perang Lawan Iran Kian Tidak Jelas

Sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari, lebih dari 1.300 warga Iran dilaporkan tewas. Di pihak AS, tujuh personel militer tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

Iran pun telah membalas, menyerang instalasi militer AS dan menutup Selat Hormuz yang menyebabkan kekacauan di pasar minyak dunia.

Load More