Imam Besar Front Islam Habib Rizieq Shibab selesai diperiksa penyidik Bareskrim Polri sebagai saksi ahli agama [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab melakukan pertemuan dengan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Islam dan Pengurus Besar HMI di kediamannya, Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Senin (14/11/2016). Pertemuan tersebut diduga ada kaitannya dengan kasus Gubernur Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pertemuan berlangsung secara tertutup. Sejumlah awak media hanya diperkenankan menunggu sejak sore dan dilarang mendekati rumah Rizieq.
Bahkan, ketika sejumlah wartawan dari media televisi dan media online mencoba mendekat rumah Rizieq untuk konfirmasi mengenai pertemuan, mereka diusir.
Menurut pengamatan Suara.com, selain PB HMI dan KAHMI juga terlihat Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir di sana.
Bachtiar enggan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pertemuan tersebut.
"Maaf ya, saya tidak boleh berikan keterangan karena sudah perjanjian di dalam tadi," ujar Bachtiar.
Pertemuan berlangsung secara tertutup. Sejumlah awak media hanya diperkenankan menunggu sejak sore dan dilarang mendekati rumah Rizieq.
Bahkan, ketika sejumlah wartawan dari media televisi dan media online mencoba mendekat rumah Rizieq untuk konfirmasi mengenai pertemuan, mereka diusir.
Menurut pengamatan Suara.com, selain PB HMI dan KAHMI juga terlihat Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI Bachtiar Nasir di sana.
Bachtiar enggan memberikan keterangan kepada wartawan mengenai pertemuan tersebut.
"Maaf ya, saya tidak boleh berikan keterangan karena sudah perjanjian di dalam tadi," ujar Bachtiar.
Komentar
Berita Terkait
-
Tak Cukup Utus Menlu, Habib Rizieq Desak Prabowo Sampaikan Duka Cita Terbuka untuk Ali Khamenei
-
Tolak Komando AS di BoP! FPI Desak Prabowo Batalkan Rencana Kirim 8 Ribu TNI ke Gaza
-
FPI Layangkan Surat Resmi, Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace
-
Prabowo Bakal Hadir di BoP AS, FPI Sampaikan Peringatan ke Pemerintah
-
FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kasus PRT Loncat dari Lantai 4, Polisi Tetapkan Pengacara Adriel Viari Purba Tersangka
-
Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus 'Majikan Sadis' di Benhil, Ini Perannya!
-
Pemilik Blueray Cargo Didakwa Suap Rp61,3 Miliar ke Pejabat Bea Cukai demi Loloskan Barang Impor
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat