Suara.com - Dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama, penyidik telah memutar rekaman pidato Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, mengatakan jika video rekaman Ahok tersebut diputar hampir sekitar 20 menit.
"Sudah. Tadi diawal. Pemutaran video sekitar 20 menit sudah diawal. Menit ke 5 sampai menit ke 25," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Kata dia, tahapan dalam gelaran perkara terbuka terbatas itu, penyidik juga telah menyampaikan paparannya mengenai hasil pemeriksaan sepanjang dilakukannya penyelidikan kasus Ahok.
"Saat ini kan baru penyampaian hasil sementara penyidik disampaikan ke floor. Istilahnya semua saling mendengar satu sama lainnya, pendapat masing-masing," katanya
Menurutnya, nantinya penyidik juga akan memberikan kesempatan kepada pelapor dan terlapor untuk memberikan keterangan melalui saksi ahli yang diajukannya. Adapun gelar perkara ini dipimpin Kabareskrim Polri, Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto.
"Pak Kabareskrim sebagai pimpinan gelar memberikan kesempatan kepada ahli pelapor atau terlapor. Barusan ini selesai dari pihak penyidik," kata dia.
Dia melanjutkan gelar perkara kasus ini diharapkan bisa rampung pada pukul 20.00 WIB. Namun, kata dia, penambahan waktu bisa dilakukan apabila dari pihak pelapor atupun terlapor masih ada keterangan yang mesti disampaikan.
"Bisa. Ini estimasi saya. Pukul 20.00 WIB istilahnya paling adil. Sekiranya ada hal-hal yang dirasa kurang cukup pimpinan gelar akan mempertimbangkan tambahan waktu," kata Boy
Dia juga menambahkan setelah mendengar keterangan dari pihak-pihak terkait dalam kasua Ahok, penyidik merumuskan hasil gelar perkara apakah penyelidikan ini bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak. Dia pun memastikan polisi akan mengumumkan status Ahok pada Rabu (16/11/2016) besok.
"Penyampaiannya besok kita. Bukan sore ini, karena malam ini tim penyidik akan minta waktu untuk merumuskan hasil yang diperoleh hari ini. Penyidik tidak istirahat lagi. Setelah ini penyidik akan memutuskan di kantor penyidik hasilnya," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan