Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengharapkan kasus penistaan agama oleh Calon Gubernur Petahana Basuki Thajaja Purnama atau Ahok yang kini ditetapkan tersangka harus menjadi pembelajaran.
"Kejadian ini mesti menjadi pembelajaran agar orang tidak sembarangan bicara," kata Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco di Makassar, Rabu.
Menurut dia, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW tidak boleh terlalu banyak bicara karena akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain akibat ucapannya.
Kasus Ahok, kata Sanusi Baco, adalah pembelajaran berharga kepada seluruh umat agar berhati-hati mengucapkan kata-kata yang bisa menyinggung perasaan orang dan bisa berakibat fatal.
"Selanjutnya kita berdoa apa yang diharapkan mudah-mudahan proses ini sampai tercapai apa yang diinginkan umat Islam," ujarnya.
Dirinya juga mengimbau agar masyarakat dilarang banyak bicara sehingga tidak merugikan orang lain disekitarnya bila terIalu banyak bicara.
"Nabi bilang yang banyak bicara akan banyak potensi kesalahannya," ulas pria yang akrab disapa andre gurutta ini.
Saat ditanyakan tentang agenda aksi susulan secara besar-besaran pada 25 November 2016, kata dia, sebaiknya tidak usah turun dan biarkan penegak hukum memprosesnya.
Secara terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menanggapi aksi tersebut, enggan berkomentar banyak terkait hal tersebut termasuk soal penetapan Ahok sebagai tersangka.
"Kita akan melakukan shalat istighatsah di Lapangan Hasanuddin besok, agar Sulsel tetap aman dan damai, mudah-mudahan aksi itu diurungkan" katanya menanggapi tentang aksi tersebut.
Sebelumnya, Ahok dituding melakukan penistaan agama saat melakukan kunjungan politik pada warga di Pulau Seribu, Jakarta Utara.
Ucapan yang diduga menistakan agama itu direkam dan sebarluaskan Bu Yani hingga menjadi viral dan memancing reaksi umat Islam sehingga dilaporkan ke penegak hukum oleh ormas Islam.
Kejadian 4 November 2016 ini pun memuncak dan hampir seluruh daerah termasuk di Jakarta menggelar aksi damai dan akkhirnya berujung bentrokan dilakukan oknum mahasiswa. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Israel Akan Batasi Azan Berkumandang di Masjid
-
Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng