-
Iran menggunakan strategi serangan saturasi untuk membanjiri sistem pertahanan udara Israel secara serentak.
-
Rudal hipersonik seperti Fattah memiliki kecepatan tinggi yang sulit dideteksi oleh radar konvensional.
-
Teheran memiliki gudang senjata balistik terbesar di Timur Tengah dengan jangkauan ribuan kilometer.
Suara.com - Ketangguhan sistem pertahanan udara milik Israel kini mendapatkan tantangan serius dari kekuatan persenjataan Iran.
Berbagai proyektil yang diluncurkan dalam eskalasi terbaru membuktikan bahwa benteng langit Israel tidak sepenuhnya kedap serangan.
Meskipun Tel Aviv mengandalkan teknologi berlapis seperti Iron Dome dan Arrow, kenyataannya sejumlah hulu ledak tetap mendarat.
Keberhasilan penetrasi ini diyakini oleh para pengamat militer sebagai hasil dari kombinasi taktik dan teknologi mutakhir.
Volume serangan yang masif serta penggunaan rudal generasi terbaru menjadi faktor penentu dalam menembus barikade pertahanan tersebut.
Iran saat ini diakui memiliki koleksi rudal balistik paling ekstensif di seluruh kawasan Timur Tengah.
Kemampuan jangkauan senjata mereka tercatat melampaui angka 1.000 kilometer yang sanggup menjangkau titik manapun di Israel.
Salah satu metode yang digunakan untuk melumpuhkan radar lawan adalah dengan menerapkan taktik serangan saturasi.
Strategi ini bekerja dengan cara meluncurkan ratusan rudal secara serentak guna membingungkan sistem komputer pertahanan musuh.
Baca Juga: Iran Tak Juga Tumbang, Trump Dipukul Kasus Lama: Skandal Penipuan Rp7 T Masuki Babak Baru
Kondisi tersebut memaksa unit interseptor seperti Iron Dome untuk bekerja ekstra keras dalam menentukan prioritas target.
Kecepatan menjadi variabel krusial mengapa banyak proyektil Iran gagal dicegat oleh sistem pertahanan udara konvensional.
Beberapa jenis rudal yang dikerahkan memiliki kemampuan melesat hingga level hipersonik atau di atas Mach 5.
Waktu respons bagi unit pertahanan otomatis menjadi sangat sempit begitu radar mendeteksi adanya peluncuran dari jarak jauh.
Bukan hanya soal kecepatan, kemampuan manuver pada fase akhir penerbangan membuat lintasan rudal sangat sulit diprediksi.
Hal ini secara teknis membuat proses penguncian target oleh rudal pencegat menjadi jauh lebih rumit dan penuh risiko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok