- Badai angin kencang di Alas Roban, Batang-Kendal, pada Rabu (4/3/2026) merobohkan 24 tiang listrik dan 20 pohon jati.
- BBPJN memulihkan lalu lintas empat lajur dalam 24 jam menggunakan alat berat dan warga setempat.
- Langkah antisipasi mencakup penopingan pohon berpotensi tumbang dan pemasangan papan peringatan di jalur nasional.
Suara.com - Kawasan Alas Roban di ruas Batang-Kendal baru saja dihantam badai angin kencang yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur secara masif di jalur utama nasional.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Ridwan Umbara, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi tepat di KM 73 hingga KM 74 pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 16:30 WIB dan sempat melumpuhkan kelancaran arus lalu lintas.
Sedikitnya, 24 titik tiang listrik milik PLN roboh berjajar, ditambah 20 batang pohon jati milik Perhutani yang tumbang menutupi badan jalan.
Tim dari BBPJN segera bergerak cepat melakukan pembersihan agar urat nadi transportasi di Pulau Jawa ini tetap fungsional.
Ridwan menegaskan bahwa pemulihan cepat menjadi prioritas utama mengingat jalur nasional ini memiliki volume kendaraan yang sangat padat, terutama pada musim jelang mudik seperti sekarang.
"Ya untuk penjagaan ketangguhan," ujarnya di titik lokasi kejadian, Kamis (12/3/2026).
Penanganan darurat ini melibatkan pengerahan berbagai alat berat mulai dari wheel loader, dump truck, hingga alat serbaguna exca-loader JCB.
Pihak BBPJN juga melibatkan tenaga padat karya dari warga setempat di wilayah Batang untuk bergotong-royong membersihkan sisa-sisa ranting pohon yang mengganggu jalan.
Koordinasi intensif dengan PLN dan pihak Perhutani membuat akses empat lajur tersebut bisa kembali normal dalam waktu kurang dari 24 jam.
Baca Juga: Mengintip Kesiapan Jalur Mudik Jateng-DIY Menuju Lebaran 2026, Kondisi Kemantapan Capai 94,20 Persen
"PLN juga sudah mengganti tiang yang baru, sehingga dua arah itu untuk arah Semarang maupun arah Jakarta, empat lajur sudah normal kembali," jelas Ridwan.
BBPJN pun sudah menyiapkan langkah antisipasi lewat koordinasi dengan Perhutani untuk melakukan penopingan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang.
"Jadi, dipotong atas sepengetahuan dan hasil koordinasi dengan Perhutani," ucap Ridwan.
Papan peringatan pohon tumbang turut dipersiapkan di sepanjang KM 73 hingga KM 74 agar kelak para pemudik lebih waspada kala melintasi jalur tersebut.
Berita Terkait
-
Mengintip Kesiapan Jalur Mudik Jateng-DIY Menuju Lebaran 2026, Kondisi Kemantapan Capai 94,20 Persen
-
Target Zero Potholes, Ribuan Lubang di Jalur Pantura Dibenahi Sebelum Arus Mudik Lebaran
-
Siap-Siap Saldo Terkuras! Tarif Tol Batang-Semarang Naik Nyaris 30 Persen, Ini Rinciannya
-
5 Sabun Mandi Antibakteri di Indomaret, Murah Mulai Rp14 Ribuan
-
File APK Berkedok Undangan Kuras Rekening di Batang, Pakar: Nasabah Harus Lebih Awas
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa