Suara.com - Sejak terpilih sebagai Ketua Umum PB IPSI, Prabowo Subianto berhasil memperkenalkan pencak silat ke seluruh dunia. Di bawah kepemimpinan Prabowo, sejumlah prestasi diraih.
Diantaranya menyabet gelar juara umum di SEA Games 2011 dan berkembangnya pencak silat di seluruh dunia. Selain itu, untuk pertama kalinya pencak silat juga akan dipertandingankan di Asian Games 2018 mendatang.
Dalam munas PB IPSI XIV yang digelar di Hotel Inna Beach Denpasar, nama Prabowo kembali digadang-gadang akan terus memimpin PB IPSI. Sebanyak 34 pengurus provinsi, 10 perguruan historis dan 6 perguruan besar kabarnya masih mengharapkan mantan Danjen Kopassus itu untuk memimpin pencak silat di negeri ini.
"Kalau anda tanya bagaimana pak Prabowo, secara pribadi tentunya beliau ingin istirahat. Siapa yang mau mengeluarkan uang sampai belasan miliar, siapa yang mau menjamin kegiatan dengan anggaran miliaran. Itu tidak mungkin," kata Edhy Prabowo, ketua panitia pelaksana Kejuaraan Dunia Pencak Silat XVII.
"Makanya kita jangan hitung-hitungan karena bisa menjadi omongan yang tidak baik. Karena pengorbanan itu intinya di hati, bukan karena dinilai orang. Inilah yang beliau dedikasikan dari waktu ke waktu," sambungnya.
"Kecuali pak Eddie Nalapraya, tidak ada yang mau memegang pencak silat. Inilah yang membuat beliau terpanggil. Ingat, usia beliau sudah lebih dari 60 tahun. Beliau berhak untuk beristirahat, akan tetapi beliau tidak ingin ini lepas begitu saja. Kerja keras yang menghasilkan sesuatu yang begitu bagus rusak hanya karena orang-orang yang kurang bertanggung jawab," ujar Ketua Fraksi Gerindra MPR RI periode 2014-2019.
Prabowo Subianto pertama kali terpilih menjadi Ketua Umum PB IPSI pada tahun 2004. Pada Munas PB IPSI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, 27 Februari 2012, Prabowo kembali terpilih untuk yang ketiga kalinya sebagai ketum.
Dalam munas kali ini, Prabowo diharapkan para peserta bersedia kembali memimpin PB IPSI. Namun hal tersebut baru bisa dipastikan usai gelaran munas yang dijadwalkan berlangsung 4 dan 5 Desember 2016.
Berita Terkait
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu
-
Presiden Prabowo Akan Bangun Dewan Nasional Baru Usai Bertemu Ratu Maxima
-
Survei Terbaru Populi Center Sebut 81,7 Persen Publik Yakin Prabowo-Gibran Bawa Indonesia Lebih Baik
-
KPK Jelaskan Asal Usul Kasus ASDP yang Terdakwanya Direhabilitasi Presiden
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
-
BRI Sabet Penghargaan Bergengsi di BI Awards 2025
-
Viral Tumbler Tuku di Jagat Maya, Berapa Sebenarnya Harganya? Ini Daftar Lengkapnya
Terkini
-
Longsor Susulan di Silaiang Bawah, 1 Prajurit TNI AD Gugur dan 2 Hilang saat Evakuasi!
-
Antrean Bansos Mengular, Gus Ipul 'Semprot' PT Pos: Lansia-Disabilitas Jangan Ikut Berdesakan
-
Prabowo Jawab Desakan Status Bencana Nasional: Kita Monitor Terus, Bantuan Tak Akan Putus
-
Rajiv Desak Polisi Bongkar Dalang Perusakan Kebun Teh Pangalengan: Jangan Cuma Pelaku Lapangan
-
KPK Akui Lakukan Eksekusi Eks Dirut ASDP Ira Puspadewi Sesaat Sebelum Dibebaskan
-
Dongkrak Pengembangan UMKM, Kebijakan Memakai Sarung Batik di Pemprov Jateng Menuai Apresiasi
-
Gerak Cepat Athari Gauthi Ardi Terobos Banjir Sumbar, Ribuan Bantuan Disiapkan
-
Prabowo Murka Lihat Siswa Seberangi Sungai, Bentuk Satgas Darurat dan Colek Menkeu
-
Krisis Air Bersih di Pesisir Jakarta, Benarkah Pipa PAM Jaya Jadi Solusi?
-
Panas Kisruh Elite PBNU, Benarkah Soal Bohir Tambang?