- Militer AS mengonfirmasi tiga tentara tewas di Kuwait akibat gempuran balasan Iran pada Minggu, 1 Maret 2026.
- Presiden Trump mengancam akan melipatgandakan serangan setelah operasi militer AS menghantam lebih dari 1.000 target Iran.
- Tingkat dukungan publik AS terhadap agresi militer ini tercatat sangat rendah, hanya satu dari empat warga setuju.
Suara.com - Ambisi operasi militer besar-besaran Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran kini mulai menuai balasan. Militer AS secara resmi mengumumkan jatuhnya korban jiwa pertama dari pihak mereka akibat rentetan gempuran balasan pada Minggu (1/3/2026).
Komando Pusat AS mengonfirmasi bahwa tiga tentaranya tewas dan lima lainnya menderita luka parah dalam operasi militer hari kedua tersebut. Selain itu, sejumlah prajurit dilaporkan mengalami luka ringan dan gegar otak akibat terkena serpihan peluru.
Dilansir dari Reuters, meski pihak militer tidak merilis lokasi pasti insiden tersebut, dua pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa ketiga anggota militer itu tewas di sebuah pangkalan di Kuwait.
Merespons kematian tentara pertamanya sejak kembali menjabat, Presiden Donald Trump tampil dalam sebuah pidato video. Ia berusaha mempersiapkan mental publik AS akan kemungkinan terburuk dari perang terbuka ini.
"Sayangnya, kemungkinan akan ada lebih banyak lagi sebelum ini berakhir," ungkap Trump dalam pidato video tersebut, yang dikutip melalui Reuters, pada Senin (2/3/2026).
Lebih lanjut, Trump bersumpah akan melipatgandakan serangan dan membalas kematian pasukannya secara brutal.
"Namun Amerika akan membalas kematian mereka dan memberikan pukulan paling telak kepada para teroris yang telah melancarkan perang melawan, pada dasarnya, peradaban," tambahnya.
Korban jiwa dari pihak AS ini jatuh di tengah masifnya gempuran militer Washington ke Teheran. Sejak Trump menginstruksikan operasi tempur pada Sabtu lalu, pesawat dan kapal perang AS dilaporkan telah menghantam lebih dari 1.000 target strategis di Iran.
Daya hancur serangan ini disebut sangat mengerikan. Militer AS bahkan mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2 Spirit untuk menjatuhkan bom seberat 2.000 pon yang dirancang khusus guna menghancurkan fasilitas rudal bawah tanah Iran.
Baca Juga: Eks Kiper Iran Hilang Tanpa Jejak Usai Kritik Ali Khamenei, Sang Istri Ungkap Fakta Miris
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas terbunuh. Tak hanya itu, militer AS juga mulai melumpuhkan kekuatan maritim Teheran dengan menenggelamkan sembilan kapal perang Angkatan Laut Iran sejauh ini, seraya bersumpah "akan mengejar sisanya."
Rentetan serangan AS dan Israel ini dilancarkan tepat sehari setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Kematian sang Ayatollah tak pelak langsung menjerumuskan Timur Tengah dan ekonomi global ke dalam jurang ketidakpastian yang dalam.
Gelombang kejutnya seketika menghantam berbagai sektor vital, mulai dari jalur pelayaran, penerbangan, hingga melambungnya harga minyak dunia.
Namun ironisnya, genderang perang yang ditabuh pemerintahan Trump tampaknya tidak mendapat restu penuh dari rakyatnya sendiri.
Berdasarkan rilis jajak pendapat terbaru, tingkat dukungan publik tercatat sangat rendah; hanya satu dari empat warga Amerika yang setuju dengan agresi militer ke negara Timur Tengah tersebut.
Hingga kini, para pejabat AS menyatakan bahwa kampanye militer akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan. Bahkan, laporan Reuters mengindikasikan adanya skenario operasi berkelanjutan yang siap mengubah kawasan itu menjadi medan tempur hingga berminggu-minggu lamanya.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Eks Kiper Iran Hilang Tanpa Jejak Usai Kritik Ali Khamenei, Sang Istri Ungkap Fakta Miris
-
Selamat Tinggal Timnas Indonesia, Hanya 2 Negara Ini yang Berpotensi Gantikan Iran
-
Sejumlah Pesawat Tempur AS Jatuh di Kuwait
-
24 Jam Menegangkan! Cerita Eks Barcelona Berpacu dengan Waktu Tinggalkan Iran
-
Kisah Memilukan Zahra, Cucu Ali Khamenei Berusia 14 Bulan Ikut Tewas dalam Serangan Udara
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo Ajak Megawati Jalan Berdampingan
-
Penghormatan Terakhir Presiden Prabowo untuk Mantan Menhan Ryamizard
-
Invasi Jauh ke Lebanon Selatan, Israel Klaim Rebut Benteng Beaufort
-
Yasinta Moiwend: Perempuan Adat Papua Konsisten Suarakan Lingkungan, Hingga Polemik Pesta Babi
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun