News / Nasional
Senin, 12 Desember 2016 | 21:09 WIB
Warga menggelar salat Jumat di halaman Masjid Jamik Quba, Pidie Jaya, Aceh, Jumat (9/12/2016), yang runtuh akibat gempa bumi hari Rabu (7/12). [Antara]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei akan merampungkan kaji cepat kerusakan rumah pasca gempa yang menimpa 3 kabupaten di Provinsi Aceh. Kaji cepat kerusakan rumah oleh Posko sangat penting sehingga Gubernur dapat menetapkan penerima manfaat.

Warga yang rumahnya rusak berat dan rusak dapat segera untuk menentukan pembangunan rumah. Penetapan penerima manfaat dimaksudkan sebagai bentuk akuntabilitas dalam penggunaan anggaran. Willem mengharapkan dalam 2 hari ini pemerintah provinsi sudah menetapkan penerima bantuan.

"Kita mengharapkan percepatan dalam penanganan pengungsi," tambah Willem di depan Posko Utama, Pidie Jaya, Aceh, Senin (12/12/2016) pagi.

Kebijakan pemerintah pusat untuk memberikan stimulan bantuan untuk rumah rusak berat sebesar Rp 40 juta dan rusak sedang - ringan Rp 20 juta. Willem menekankan bahwa ini merupakan bantuan stimulan.

"Jadi pemerintah tidak mengganti sepenuhnya sesuai nominal rumah yang rusak. Ini stimulan, kami mengharapkan posko yang ada di tiga kabupaten dapat menginformasikan kepada masyarakat," kata dia.

Sementara sampai Senin sore terdata total rumah rusak berat 2.992 unit, dengan rincian Pidie Jaya 2.874, Bireuen 55, dan Pidie 63, sedangkan Rusak sedang Bireuen 94. Rusak ringan total 8.582 unit, dengan rincian Pidie Jaya 8.393, Bireuen 171, dan Pidie 18.

Willem juga memastikan persediaan logistik kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Dia menghimbau warga  pengungsi yang belum mendapatkan bantuan untuk melaporkan ke aparat setempat.

Load More