Suara.com - Oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI), RS, lakukan intimidasi terhadap petani di Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkaua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terkait proyek percetakan sawah di daerah itu.
"Saya menyesalkan tindakan oknum TNI yang bertugas sebagai pendamping program percetakan sawah di desa kami karena terkesan melakukan intimidasi (pengancaman) terkait proyek percetakan sawah itu," kata Semel yang merupakan korban atas kejadian tersebut di Mamasa, Senin (12/12/2016).
Ia sangat menyesalkan tindakan oknum TNI tersebut yang tidak bersahabat dengan warga dan bahkan seolah-olah melindungi kontraktor itu.
"Masalah ini terjadi karena saluran air atau parit sawah tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kami harus membanyar Rp500.000. Ketika uang telah diterima dan ditunggu namun belum juga dikerjakan, akhirnya saya menghampiri operator alat berat untuk bertanya. Namun oknum TNI itu marah dan mengancam ingin memukul," ujarnya.
Semel menegaskan, saat kejadian berlangsung banyak warga ada dislokasi itu dan ikut menyaksikan sikap TNI tersebut.
Ia juga sangat menyesalkan hasil pekerjaan sawah pihak kontraktor karena terkesan dikerja asal-asalan, masih butuh banyak tenaga untuk kembali meratakan tanah hasil galian akibat alat berat tidak bekerja maksimal.
Hal itu juga diungkapkan warga Desa Mesakada, Ham, menyesalkan tindakan oknum TNI yang ikut membiarkan pekerjaan cetak sawah ini asal-asalan alias asal jadi.
Dirinya juga sangat kecewa dengan sikap kontraktor yang berjanji melakukan percetakan sawah di lahannya.
Menurutnya, telah beberapa kali ia melakukan konsultasi atas hal itu namun hanya direspon biasa hingga target volume pekerjaan sampai, lahannya belum juga dikerjakan sedangkan telah banyak warga mendapatkan percetakan hingga dua kali.
Baca Juga: Tokoh Muda NU: Ahok Minta Maaf, Harus Dimaafkan
Sedangkan Perwira Penghubung TNI, Mustaan saat dihubungi via telepon mengungkapkan, telah pindah tugas namun ia berjanji akan mengkoordinasikan masalah itu agar pihak pekerja percetakan sawah di Desa Mesakada benar-benar bertanggungjawab atas masalah parit tersebut.
Mustaan menjelaskan, soal kualitas percetakan sawah bukan kewenangannya melainkan kewenangan Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, saat tim pemeriksa turun merekalah yang menentukan layak tidaknya suatu pekerjaan dibayarkan. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat