Suara.com - Sedikitnya tiga orang dikabarkan tewas akibat badai tropis Nock Ten yang menerjang Kepulauan Catanduanes di Filipina saat perayaan Natal. Wilayah ini diserang badai hebat berkecepatan 215 kilometer per jam.
Menurut Gubernur Albay Al Bichara kepada stasiun televisi lokal, salah satu korban tewas adalah sepasang suami istri akibat tertimpa tembok.
Setelah menghantam Catanduanes, Nock Ten diperkirakan akan bergerak menuju Ibu Kota Manila dengan kecepatan rata-rata lebih rendah yakni 20 kilometer per jam. Menurut petugas pertahanan sipil setempat, wilayah ini dilanda hujan lebat, banjir bandang, dan angin kencang.
Lebih dari 383.000 jiwa mengungsi dan 80 penerbangan internasional maupun domestik terpaksa ditunda akibat cuaca buruk yang mengepung sebagian besar wilayah Filipina beberapa hari terakhir. Badai di hari Natal tersebut tercatat sebagai salah satu yang terburuk di Filipina.
Badai mengakibatkan kerugiaan materiil tak sedikit, ladang teredam air, dan jalan utama lumpuh.
"Banjir mencapai semata kaki. Untungnya arusnya tidak terlalu deras," kata seorang warga Bicol, Masseuse Erna Angela Pintor. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Ketum PRIMA Nilai Pidato Presiden Tegaskan Arah Baru Pembangunan Nasional Berbasis Ekonomi Pancasila
-
TAUD Minta Hakim Praperadilan Nyatakan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke POM TNI Tak Sah!
-
Prabowo Persilakan DPR hingga Kepala Daerah Cek Dapur MBG: Temuan Penyimpangan Langsung Ditindak
-
Pengamat Soroti Komunikasi Pemerintah, Optimisme Tak Nyambung dengan Realitas Rakyat
-
Cegah TPO, Kantor Imigrasi Palopo dan Pemkab Toraja Utara Bentuk Desa Binaan
-
Anggaran MBG Dipangkas, JPPI Minta Dana Pendidikan Fokus untuk Sekolah Rusak dan Guru
-
Medan Cukup Menantang, Ditjen Imigrasi Usul Buka Kantor di Toraja Utara
-
Menlu Ungkap Kendala Pembebasan 9 WNI di Israel: RI Pakai Jalur Turki, Yordania, dan Lembaga HAM
-
Menlu Sugiono: Penangkapan 9 WNI Misi Gaza oleh Israel Adalah Pelanggaran Kemanusiaan
-
Prabowo Ungkap Pernah Dibantu Megawati saat Masih 'Luntang-Lantung'