News / Metropolitan
Minggu, 01 Januari 2017 | 20:49 WIB
Petugas gabungan saat mengevakuasi KM Zahro Express dan korban yang terbakar di dalamnya, di dermaga Muara Angke, Jakarta, Minggu (1/1/2017). [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Kepala Dinas Tata Air Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Edi Rudiyanto mengatakan, informasi awal yang dia dapat, kapal penumpang Zahro Express yang terbakar tadi pagi karena mesin yang terbakar.

"Penyebabnya masih dalam pemeriksaan polisi. Tapi memang, kejadian awalnya dari mesin kapal sendiri. Anak buah kapal (ABK) tahu ada asap tebal dari mesin," kata Edi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/1/2017).

Seharusnya, sambung Edi, ABK itu memberikan informasi tersebut. Namun nyatanya, malah ABK itu menyelamatkan dirinya sendiri.

Edi menambahkan, saat ini ABK yang bersangkutan masih dalam pencarian untuk kebutuhan informasi.

"Mereka kan seharusnya memberikan informasi kepada penumpang, (tapi) malah menyelamatkan diri sendiri," tuturnya.

Untuk diketahui, KM Zahro Express dilaporkan terbakar tadi pagi. Sejauh ini sudah ada 23 orang korban meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, sementara 17 orang hilang dan 194 orang selamat. Dari 23 korban yang meninggal, tiga di antaranya berada di RS Atmajaya, dan 20 lainnya dibawa ke RS Polri.

Load More