Suara.com - Kepala Dinas Tata Air Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu, Edi Rudiyanto mengatakan, informasi awal yang dia dapat, kapal penumpang Zahro Express yang terbakar tadi pagi karena mesin yang terbakar.
"Penyebabnya masih dalam pemeriksaan polisi. Tapi memang, kejadian awalnya dari mesin kapal sendiri. Anak buah kapal (ABK) tahu ada asap tebal dari mesin," kata Edi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/1/2017).
Seharusnya, sambung Edi, ABK itu memberikan informasi tersebut. Namun nyatanya, malah ABK itu menyelamatkan dirinya sendiri.
Edi menambahkan, saat ini ABK yang bersangkutan masih dalam pencarian untuk kebutuhan informasi.
"Mereka kan seharusnya memberikan informasi kepada penumpang, (tapi) malah menyelamatkan diri sendiri," tuturnya.
Untuk diketahui, KM Zahro Express dilaporkan terbakar tadi pagi. Sejauh ini sudah ada 23 orang korban meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, sementara 17 orang hilang dan 194 orang selamat. Dari 23 korban yang meninggal, tiga di antaranya berada di RS Atmajaya, dan 20 lainnya dibawa ke RS Polri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan