Suara.com - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memandang perlu tenaga kerja asing ilegal asal Cina (Tiongkok) yang tertangkap di Jakarta membantu petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), seperti membersihkan selokan, sebagai bentuk hukuman terhadap mereka.
Sandiaga Uno mengemukakan hal itu di Jakarta Barat, Senin, ketika merespons maraknya TKA ilegal asal Tiongkok.
Kasus terakhir puluhan wanita asal Tiongkok diamankan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi atas dugaan penyalahgunaan visa wisata dengan menjadi penjaja seks komersial (PSK) di Jakarta.
"Ini harus ada tindakan tegas. Kalau di luar, juga diberi sanksi sosial, seperti bersihkan selokan dan diberitahukan kepada publik," kata Sandiaga.
Sanksi tersebut, lanjut dia, bukan hanya PSK, melainkan penyedia jasa dan pengguna jasa PSK tersebut.
"Hal ini dapat diterapkan dengan memastikan tempat-tempat mana yang dilakukan pembersihan bersama PPSU dan memastikan tidak mengulangi perbuatannya," kata Sandiaga.
Selain itu, harus ada penegakan hukum yang tidak mematikan sektor pariwisata karena penyalahgunaan visa wisata. Oleh karena itu, perlu terobosan yang inovatif.
"Pemprov bersama Imigrasi harus dapat memastikan para wisatawan Tiongkok tidak 'over stay' harus ada alarm dan memastikan mereka harus meninggalkan Indonesia," kata Sandiaga.
Di samping itu, dilakukan tindakan preventif karena ini kegiatan ilegal yang merusak tatanan kehidupan berbangsa. "Jangan sampai kita dipecah belah oleh isu yang bisa diantisipasi oleh warga," kata Sandiaga.
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut 3.
Selain itu, nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah
-
Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional
-
Ekonomi Lagi Seret? Ini Cara Menuju Financial Freedom yang Bisa Kamu Coba!
-
Sandiaga Uno Kini Ingin Fokus Bisnis: Peluang Saya Ada di Dunia Usaha!
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Gelombang Panas Picu Krisis Pangan, Dunia Mulai Cari Cara Bertahan
-
Kronologi Kebakaran Maut Sunter Agung: Tetangga Bantu Pakai APAR, 4 Nyawa Tak Tertolong
-
Pemilahan Sampah di Jakarta Mulai Diterapkan, Sejauh Mana Kesiapan di Lapangan?
-
Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?
-
Negara Rugi Rp25 Triliun, Direktur PIS Arief Sukmara Divonis 6 Tahun Penjara
-
Dugaan Pelanggaran HAM di Torobulu, Warga Terpaksa Mengungsi Akibat Tambang
-
Ketika PAM Jaya Minta Maaf di Tengah Jalan Jakarta yang Semrawut
-
Satu Keluarga Jadi Korban Kebakaran Maut di Sunter Agung, 4 Orang Meninggal Dunia
-
Bukan Bebas Murni, Mengenal Apa Itu Tahanan Rumah yang Kini Dijalani Nadiem Makarim
-
Nadiem Makarim: Malam Ini Saya Operasi, Tapi Siap Dengarkan Tuntutan Jaksa