Isak tangis mengiringi pemakaman mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum (22), di Tempat Pemakaman Umum Dukuh, Jalan Al Abshor, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (10/1/2017) siang. [suara.com/Nikolaus Tolen]
Keluarga mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum, belum melapor kepada polisi mengenai seorang lelaki yang mereka curigai mengetahui penyebab kematian Puspo Arum di rumah kos, Jalan H. Asmat, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat.
Lelaki yang dicurigai tersebut datang ke rumah duka di Jalan Al Bashor, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Selasa (10/1/2017). Dia ikut melayat dan tahlilan sesaat sebelum jenazah Puspo Sari dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.
"Terus terang saya belum melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Saat membuat laporan saya hanya menjawab apa yang ditanyakan polisi, karena saya takut salah jawab," kata Kasim kepada Suara.com di rumah duka, Kamis (12/1/2017).
Kasim mengaku tidak mengenal lelaki tersebut. Kasim menilai gelagat orang ini ketika aneh sekali.
Saking anehnya perilaku lelaki tersebut, Kasim menyebutnya seperti dukun.
"Tiba-tiba datang saja. Dia punya gaya berbeda itu yang jadi curiga, kok kayak dukun gitu. Pas doa bareng gayanya berbeda. Ciri-cirinya saya kurang tahu persis karena saya tidak memperhatikan. Tapi semua orang tidak ada yang tahu dia," kata Kasim.
Puspo Arum ditemukan tidak bernyawa dengan luka tusuk di bagian leher di kamar mandi kos pada Senin (9/1/2017) pagi. Dari hasil visum terhadap jenazah menunjukkan ada perlawanan dari korban sebelum ajal menjemput.
"Kalau masalah curiga juga tidak sebenarnya karena saya belum tahu. Soalnya orang kok tiba-tiba datang, kenal juga tidak. Saya serahkan sepenuhnya saja ke pihak polisi," kata Kasim.
Keberadaan lelaki mencurigakan tersebut pertamakali disampaikan oleh Wiwid Adi Suwito, kakak ipar Puspo Arum.
"Dia sih, waktu tahlilan di sini, dia sempat datang ke sini. Itu sebelum almarhum dikubur, saat ambulans jenazah datang," kata Wiwid kepada Suara.com di rumah duka, Rabu (11/1/2017).
Wiwid mengungkapkan kehadiran lelaki tersebut sempat menarik perhatian anggota keluarganya. Soalnya, dia memperlihatkan sikap yang berbeda dengan tamu yang lain.
"Terus dia baca tahlilannya itu nggak kayak orang pada umumnya. Kayak orang ketakutan, terus tengok-tengok, nggak wajarlah," ujar Wiwid.
Wiwid menambahkan ketika datang ke rumah duka, lelaki tersebut mengenakan baju berwarna hitam dan mengenakan kaos dalam berwarna merah.
"Pakai baju hitam, terus kaos merah. Kita sebagai keluarga juga dalam hati, ini orang aneh. Sempat diperhatikan juga sama keluarga. Sampai ada keluarga yang bilang, dia berdiri, tangan diangkat angkat," tutur Wiwid.
Wiwid juga membeberkan ciri-ciri lelaki misterius itu, selain punya cobek di pipi, juga berkumis.
"Ada codet (bekas luka) di pipi, badannya tinggi. Agak berkumis, badannya gemuk agak tinggi, kulitnya agak putih, cuma nggak terlalu putih," tutur Wiwid.
Lelaki yang dicurigai tersebut datang ke rumah duka di Jalan Al Bashor, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Selasa (10/1/2017). Dia ikut melayat dan tahlilan sesaat sebelum jenazah Puspo Sari dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.
"Terus terang saya belum melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Saat membuat laporan saya hanya menjawab apa yang ditanyakan polisi, karena saya takut salah jawab," kata Kasim kepada Suara.com di rumah duka, Kamis (12/1/2017).
Kasim mengaku tidak mengenal lelaki tersebut. Kasim menilai gelagat orang ini ketika aneh sekali.
Saking anehnya perilaku lelaki tersebut, Kasim menyebutnya seperti dukun.
"Tiba-tiba datang saja. Dia punya gaya berbeda itu yang jadi curiga, kok kayak dukun gitu. Pas doa bareng gayanya berbeda. Ciri-cirinya saya kurang tahu persis karena saya tidak memperhatikan. Tapi semua orang tidak ada yang tahu dia," kata Kasim.
Puspo Arum ditemukan tidak bernyawa dengan luka tusuk di bagian leher di kamar mandi kos pada Senin (9/1/2017) pagi. Dari hasil visum terhadap jenazah menunjukkan ada perlawanan dari korban sebelum ajal menjemput.
"Kalau masalah curiga juga tidak sebenarnya karena saya belum tahu. Soalnya orang kok tiba-tiba datang, kenal juga tidak. Saya serahkan sepenuhnya saja ke pihak polisi," kata Kasim.
Keberadaan lelaki mencurigakan tersebut pertamakali disampaikan oleh Wiwid Adi Suwito, kakak ipar Puspo Arum.
"Dia sih, waktu tahlilan di sini, dia sempat datang ke sini. Itu sebelum almarhum dikubur, saat ambulans jenazah datang," kata Wiwid kepada Suara.com di rumah duka, Rabu (11/1/2017).
Wiwid mengungkapkan kehadiran lelaki tersebut sempat menarik perhatian anggota keluarganya. Soalnya, dia memperlihatkan sikap yang berbeda dengan tamu yang lain.
"Terus dia baca tahlilannya itu nggak kayak orang pada umumnya. Kayak orang ketakutan, terus tengok-tengok, nggak wajarlah," ujar Wiwid.
Wiwid menambahkan ketika datang ke rumah duka, lelaki tersebut mengenakan baju berwarna hitam dan mengenakan kaos dalam berwarna merah.
"Pakai baju hitam, terus kaos merah. Kita sebagai keluarga juga dalam hati, ini orang aneh. Sempat diperhatikan juga sama keluarga. Sampai ada keluarga yang bilang, dia berdiri, tangan diangkat angkat," tutur Wiwid.
Wiwid juga membeberkan ciri-ciri lelaki misterius itu, selain punya cobek di pipi, juga berkumis.
"Ada codet (bekas luka) di pipi, badannya tinggi. Agak berkumis, badannya gemuk agak tinggi, kulitnya agak putih, cuma nggak terlalu putih," tutur Wiwid.
Komentar
Berita Terkait
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Cucu Mpok Nori Dibunuh Orang Iran, Karena Menolak Rujuk?
-
Kasus Kematian Nizam Syafei Naik Penyidikan, Kuasa Hukum: Harus Diusut Tanpa Tebang Pilih
-
Teriakan Andrie Pecah di Salemba, Teror Air Keras jadi Upaya Pembunuhan Berencana
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi