Suara.com - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono menyambangi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta, Sabtu (14/1/2017). Kedatangan Sumarsono untuk menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sumarsono mengenakan baju batik lengan panjang berwarna abu-abu. Kedatangan Sumarsono pun langsung disambut Sri Sultan yang juga mengenakan baju batik lengan panjang.
Saat di keraton, Sumarsono pun disambut jamuan diantaranya menonton tarian Golek Menak Putri. Sumarsono dan Sri Sultan duduk satu meja saat menonton tarian Golek Menak Putri.
Usai ditemui Sumarsono, Sri Sultan menuturkan pertemuan silaturahmi tersebut membahas kemungkinan adanya kerjasama di bidang pariwisata dan Informasi dan Teknologi (IT).
"Saya kira kita baru bicara di sana ya. Saya kira nanti untuk tindak lanjut kita perlu ada rumusan sendiri apa yang kira-kira mungkin bisa dikerjasamakan, apakah kita menyangkut pariwisata dan sebagainya. atau juga menyangkut terkait dengan itu IT dan lain sebagainya,"ujar Sri Sultan.
"Nanti itu otomatis secara teknis, akan ada pendekatan yang bisa dilakukan, kalau sekarang kan kita hanya bicara secara inti saja karena besok kan sudah kembali," sambungnya .
Sultan menuturkan, baik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan provinsi lainnya selalu mengadakan pertemuan setiap dua kali dalam setahun.
"Setiap tahun minimal dua kali, kita dalam keputusan kebijakan Lewat APBD dan APBN, Banten ,Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Timur, sampe Bali kan, sampai NTB. kan setiap tahun ada forum sendiri, ya forum regional. kita selalu punya rumusan itu," kata dia.
Baca Juga: Sumarsono Akan Tata Ulang Bidang Pemerintahan DKI
Tag
Berita Terkait
-
Cek Keamanan Natal di Jakarta, Sumarsono: Semua Sip!
-
Soni Sumarsono Diprotes Atlet Jakarta terkait Janji Bonus PON
-
Ini Jawaban Plt Gubernur DKI Terkait Dana Hibah Buat Polda Metro
-
Plt Gubernur DKI Mau Merombak SKPD, Djarot: Percaya Saja Lah
-
Plt Gubernur DKI Minta Satpol PP Turunkan Spanduk Penolakan Ahok
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK