Suara.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkoba jenis sabu yang diselundupkan dari Guangzhou, Cina. Sabu itu diselundupkan dengan cara dimasukan dalam 3 panel listrik melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan jika sabu sebanyak 106,3 kilogram yang diselundupkan pengedar jaringan Taiwan merupakan pengungkapan polisi paling fantastis di awal tahun ini.
"Ini termasuk salah satu yang terbesar dalam tahun ini. Tapi terutama sabu ini di atas 100 sudah besar sekali," kata Tito saat di Pergudangan Sedayu Biz Park, Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).
Dari pengungkapan ini, polisi meringkus empat pelaku yakni S alias A (47), BY (40), AK alias A (40) dan AA alias M (33). Dua pelaku S dan BY terpaksa ditembak mati karena berusaha melawan petugas.
Tito pun memberikan sinyal jika polisi tidak akan segan-segan memberikan penidakan terukur yakni menembak di tempat kepada bandar narkoba.
"Pesan kepada jaringan narkoba, apalagi dari asing, jangan main-main di Indonesia. Kalau main-main di Indonesia, melawan dikit, ujungnya di kamar jenazah," kata Tito.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Afianta menjelaskan jawal pengungkapan peredaran sabu jaringan internasional tersebut. Polisi mencurigai adanya keberadaan ruko di Jalan Terusan, Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara yang dijadikan tempat penyimpanan sabu. Dari ruko tersebut, polisi meringkus S alias A pada Rabu (18/1/2017).
"Santoso alias Aliong dibawa ke ruko tersebut, ditemukan barang bukti 95 bungkus sabu dengan berat 1 kilogram, berat total 95 kilogram, di ruko tersebut juga ditemukan 3 Unit panel listrik dalam kondisi rusak," kata Nico.
Kemudian, polisi meminta S alias A untuk menunjukkan pelaku lain berinisial BY yang berperan mengedarkan narkoba di kawasan Jakarta. Keduanya bekerja untuk bandar besar yang berada di luar negeri dengan bayaran Rp1 miliar untuk mengedarkan sabu tersebut di kawasan Jakarta.
Baca Juga: Gerebek Pabrik Narkoba, Polisi Sita Ratusan Ribu Pil Ekstasi
Lantaran berusaha melawan ketika menujukkan pelaku lain berinisial T yang masih buron, polisi terpaksa menembak mati S alias A.
"A Liong dibawa ke Penjaringan, Jakarta Utara, saat turun dari mobil, A Liong mencoba merebut senjata petugas, kemudian ditindak tegas, dalam perjalanan ke RS Polri meninggal dunia," kata Nico.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan