Pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung, didampingi Tim Pembela Demokrasi Indonesia [suara.com/Agung Sandy Lesmana]
Akhirnya, laporan pendeta Gereja Iman Sejati Kaum Imanuel Minahasa, Max Evert Ibrahim Tangkudung, diterima Bareskrim Polri, Kamis (26/1/2017). Ibrahim melaporan Rizieq terkait ceramah yang diduga mengandung ancaman pembunuhan terhadap para pendeta.
Siang tadi, laporan Ibrahim sempat dimentahkan Polda Metro Jaya karena tempat Rizieq ceramah tidak disebutkan. Video ceramah tersebut tadinya viral di media sosial Youtube.
"Karena ini kan ada beberapa tempat kejadian karena ada beberapa tempat kejadian sehingga tidak pas dengan di polda. Alasan itu kejadian di beberapa tempat itu ancaman pembunuhan itu. Sehingga wilayah kerja di Bareskrim pas," kata salah satu pengacara Ibrahim dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Makarius Nggiri Wangge.
Max menilai pernyataan Rizieq dapat memicu terjadinya kekerasan terhadap pendeta. Setelah menyaksikan video tersebut, Max sendiri langsung was-was.
"Setelah melihat itu timbul rasa was-was juga jangan-jangan, kata-kata ini merangsang orang lain untuk melakukan (kekerasan). Nah ini kan berbahaya nanti kalau terjadi apa apa dengan saya, ngamuk orang di Manado dikiranya dibunuh saya, padahal mungkin ketabrak mobil tapi isunya macam macam," kata Max.
Menurut Max sebagai seorang pemuka agama seharusnya Rizieq tidak membuat pernyataan semacam itu. Rizieq, kata dia, seharusnya, bisa menjaga lida agar dia menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
"Karena beragama itu apalagi pemimpi agama harus mengeluarkan kata kata yang membuat orang lain harus mempunyai masa depan yang baik. Dan masa depan yang baik hatinya itu harus murni. Harus terjaga, bagaimana negara ini bisa bersaing kalau anak anaknya terbangun dengan kebencian," kata dia.
Max mengatakan pernyataan bernada ancaman pembunuhan terhadap pendeta telah menciderai kerukunan antar umat beragama.
"Kalau mulai dengan kita ini para pemimpin agama bicara membunuh apa yang kita ajarkan? Perikemanusiaan ilang, apa artinya? Berarti tidak ada persatuan, kebhinnekaan itu luntur, habis," katanya.
Video ceramah Rizieq yang diduga berisi ancaman membunuh pendeta beredar di media sosial sejak pertengahan Maret 2016. Max baru menyaksikannya pada 20 Januari 2017.
Laporan pendeta Ibrahim bernomor LP/93/1/2017 atas dugaan melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 45 a Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 28 ayat 2 tentang ITE.
Mereka juga menyertakan barang bukti berupa rekaman video Rizieq yang beredar di laman Youtube.
Siang tadi, laporan Ibrahim sempat dimentahkan Polda Metro Jaya karena tempat Rizieq ceramah tidak disebutkan. Video ceramah tersebut tadinya viral di media sosial Youtube.
"Karena ini kan ada beberapa tempat kejadian karena ada beberapa tempat kejadian sehingga tidak pas dengan di polda. Alasan itu kejadian di beberapa tempat itu ancaman pembunuhan itu. Sehingga wilayah kerja di Bareskrim pas," kata salah satu pengacara Ibrahim dari Tim Pembela Demokrasi Indonesia, Makarius Nggiri Wangge.
Max menilai pernyataan Rizieq dapat memicu terjadinya kekerasan terhadap pendeta. Setelah menyaksikan video tersebut, Max sendiri langsung was-was.
"Setelah melihat itu timbul rasa was-was juga jangan-jangan, kata-kata ini merangsang orang lain untuk melakukan (kekerasan). Nah ini kan berbahaya nanti kalau terjadi apa apa dengan saya, ngamuk orang di Manado dikiranya dibunuh saya, padahal mungkin ketabrak mobil tapi isunya macam macam," kata Max.
Menurut Max sebagai seorang pemuka agama seharusnya Rizieq tidak membuat pernyataan semacam itu. Rizieq, kata dia, seharusnya, bisa menjaga lida agar dia menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
"Karena beragama itu apalagi pemimpi agama harus mengeluarkan kata kata yang membuat orang lain harus mempunyai masa depan yang baik. Dan masa depan yang baik hatinya itu harus murni. Harus terjaga, bagaimana negara ini bisa bersaing kalau anak anaknya terbangun dengan kebencian," kata dia.
Max mengatakan pernyataan bernada ancaman pembunuhan terhadap pendeta telah menciderai kerukunan antar umat beragama.
"Kalau mulai dengan kita ini para pemimpin agama bicara membunuh apa yang kita ajarkan? Perikemanusiaan ilang, apa artinya? Berarti tidak ada persatuan, kebhinnekaan itu luntur, habis," katanya.
Video ceramah Rizieq yang diduga berisi ancaman membunuh pendeta beredar di media sosial sejak pertengahan Maret 2016. Max baru menyaksikannya pada 20 Januari 2017.
Laporan pendeta Ibrahim bernomor LP/93/1/2017 atas dugaan melanggar Pasal 156 KUHP dan Pasal 45 a Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 28 ayat 2 tentang ITE.
Mereka juga menyertakan barang bukti berupa rekaman video Rizieq yang beredar di laman Youtube.
Juru bicara DPP Front FPI Slamet Maarif membantah tudingan Rizieq melontarkan ancaman pembunuhan terhadap pendeta.
"Ah nggak ada. Saya nggak pernah dengar tuh. Di FPI sendiri juga tak ada kabar atau video soal itu," kata Slamet.
Slamet curiga video yang viral di media sosial telah diedit.
"Justru saya curiga ada yang memotong video itu dan mengeditnya sehingga tak utuh," katanya.
Komentar
Berita Terkait
-
Bantah Jadi Pembisik Prabowo Soal Yaman, Dudung Beri Pesan Menohok ke Habib Rizieq: Jaga Mulut
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Dasco dan Habib Rizieq Bertemu di Petamburan, Titip Pesan Ini untuk Presiden Prabowo
-
FPI Gelar Reuni 212 di Monas, Habib Rizieq Shihab Dijadwalkan Hadir
-
Syahganda Bocorkan Amnesti Jilid 2: Prabowo Bakal Ampuni Ratusan Musuh Politik Jokowi
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara
-
Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia