Suara.com - Pemerintah Kota Manado menyatakan hingga pukul 19.40 WITA sudah 20 kelurahan di Kota Manado yang terdampak banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem.
"Berdasarkan pendataan yang dilakukan tim dari BPBD Manado, sebanyak 20 kelurahan tersebut berada pada tujuh kecamatan," kata Wakil Wali Kota Manado Mor Bastiaan, di Manado, Kamis (26/1/2017).
Mor mengatakan di Kecamatan Bunaken yang terkena banjir hanya ada satu yakni Kelurahan Bailang. Kemudian di Kecamatan Tumiting sebanyak empat kelurahan yakni Maasing, Sumompo, Mahawu, dan Tuminting.
Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Mapanget hanya ada satu yakni Kairagi Satu yang terkena banjir, sehingga warga setempat harus mengungsi sementara waktu.
"Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Tikala, banjir melanda Kelurahan Dendengan Luar, Dendengan Dalam, dan Tikala Baru, dan sampai malam para korban bencana masih berada di pengungsian, seperti rumah keluarga dan rumah ibadah," kata Bastiaan lagi.
Kemudian untuk wilayah Kecamatan Paal Dua, banjir terjadi di Kelurahan Perkamil, Taas, dan Kairagi Weru, sedangkan Kecamatan Singkil, wilayah yang berada di tepian daerah aliran sungai mengalami banjir dan di perbukitan mengalami tanah longsor.
"Wilayah yang dilanda banjir adalah Kelurahan Karame, Ketang Baru, Ternate Tanjung, Ternate Baru, Singkil Satu, dan Singkil Dua," katanya pula.
Kecamatan Wenang, kata Bastiaan lagi, yang terkena banjir adalah Istiqlal dan Komo Luar, dengan para korban juga masih berada di lokasi pengungsian hingga malam hari. (Antara)
Baca Juga: Kuningan Banjir, Rumah di 7 Desa Terendam dan Hewan Ternak Hanyut
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok