Suara.com - Perusahaan raksasa asal Jepang Toshiba mengurangi secara drastis operasi pengayaan nuklir serta menghentikan pembangunan reaktor atom mereka. Langkah ini dilakukan menyusul kerugian miliaran dolar dalam proyeknya di Amerika Serikat.
Saat ini, Toshiba sedang berbenah dan melakukan restrukturisasi menyusul skandal akuntansi dan kerugian besar yang mereka alami beberapa waktu belakangan. Direktur Toshiba Shinegori dan pejabat eksekutif di Amerika, Danny Roderick, kabarnya dicopot dari jabatannya.
Sebelumnya diberitakan surat kabar lokal Nikkei, Toshiba saat ini tengah gencar membangun reaktor nuklir. Bahkan, mereka juga sedang menjajaki kerjasama nuklir baru dengan pihak asing.
"Ini merupakan titik balik bagi Toshiba," kata Kepala eksekutif Satoshi Tsunakawa dalam press conference pekan lalu.
Toshiba terus dilanda masalah keuangan. Sebelumnya, mereka dikabarkan telah menjual aset bisnis senilai 700 miliar Yen atau setara 6,2 juta dolar AS. Mereka juga resmi menjual unit alat kesehatan untuk perusahaan Canon dan sebagian besar perangkat bisnisnya di China Midea Group. (AFP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung