News / Metropolitan
Kamis, 02 Februari 2017 | 17:45 WIB
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini memberikan keterangan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (17/11). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengimbau masyarakat, khususnya nahdliyin, tetap mengedepankan kedewasaan dalam menanggapi polemik sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan pengacara terhadap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin di persidangan.

"Kita harus sikapi dengan tenang, dengan dewasa, dengan akal, bukan dengan emosi, semua persoalan," katanya di gedung PBNU, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Menurut dia sikap dan tindakan Ahok akan merugikan diri sendiri, apalagi sekarang sedang berjuang untuk memenangkan pemilihan kepala daerah Jakarta periode kedua.

"Ya kerugian sendiri, rugi besar buat (Ahok) sendiri. Kami sudah saling memaafkan, Ahok sudah minta maaf. Tapi Ahok yang rugi sendiri," kata Aqil.

Said benar-benar menyayangkan sikap Ahok dan pengacara ketika menggali keterangan dari Ma'ruf dalam persidangan dugaan penodaan agama di Auditorium Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta Selatan, pada Selasa (31/1/2017) lalu. Cara Ahok mencecar Ma'ruf itu yang dikecam.

"Ya sangat disayangkan, K.H. Ma'ruf kyai sepuh, simbol NU, simbol MUI, simbol ulama Indonesia, sangat disayangkan. Kedatanganya di pengadilan untuk menjadi saksi harus ditaati, dia datang sendiri, pada hal itu bisa diwakilkan kan, kenapa ,karena dia ingin menegakkan keadilan seadil-adilnya, kita hargai dong, nggak bisa dilecehkan seperti itu," katanya.

Load More