Suara.com - Amerika Serikat (AS) mengeluarkan kebijakan provokatif terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro dan Wakil Presiden Tareck El Aissami di Venezuela.
Secara mengejutkan, AS memasukkan nama Wapres Tareck ke dalam daftar gembong narkoba, Senin (13/2/2017).
Departemen Keuangan AS, seperti dilansir AFP, menuduh Tareck menjadi fasilitator sekaligus melindungi sejumlah pengiriman narkoba dalam jumlah besar ke Meksiko dan Negeri Paman Sam. Praktik ini dilakukan Tareck ketika masih menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Aragua.
AS juga menuding Tareck bekerjasama dengan pengusaha Jose Lopez Bello, yang juga masuk daftar gembong narkoba AS.
Selain itu, AS menuduh Tareck bukanlah "bos besar" dari seluruh perdagangan narkoba tersebut. Sang wapres disebut bekerja untuk gembong lebih besar, yakni Walid Makled Garcia.
"Kebijakan ini tidak dilatarbelakangi kepentingan politik. Bukan pula bermotif ekonomi. Ini murni untuk memberantas peredaran narkoba internasional," tutur pejabat senior AS.
Tareck merupakan warga Venezuela keturunan Lebanon dan Suriah. Ia terpilih sebagai wapres sejak 4 Januari 2017. Dalam peta politik Venezuela, Tareck digadang-gadang sebagai calon penerus Presiden Maduro karena memunyai kesamaan visi tentang pembangunan Sosialisme di Venezuela.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor