Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 Djarot Saiful Hidayat usai melakukan pencoblosan, di Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]
Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan kasus Ibu Kota Jakarta dikepung banjir dalam beberapa hari terakhir tidak akan berpengaruh negatif pada elektabilitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot di pilkada putaran kedua. Pasalnya, pemerintah tidak tinggal diam menanganinya.
"Malah biar kelihatan kinerja kami sehingga masyarakat bisa menilai apakah titik banjir dan genangan dari tahun ke tahun semakin menurun atau semakin meningkat," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Djarot mengatakan semenjak pemerintahan hasil pilkada 2012, meskipun belum berhasil membebaskan Jakarta dari banjir, jumlah titik banjir berkurang banyak.
"Hasil evaluasi kami, titik banjir semakin berkurang drastis termasuk lamanya air yang masuk ke rumah warga dan debit air yang masuk. Jadi sudah ada penurunan secara drastis," kata Djarot.
Setelah peristiwa banjir dalam beberapa hari terakhir, kata Djarot, pemerintah akan evaluasi besar-besaran. Salah satu pemicu air sungai meluap ke pemukiman penduduk adalah belum rampungnya normalisasi sungai, selain itu masih adanya pemasangan tiang pancang. Normalisasi, kata dia, akan menjadi prioritas pengerjaan.
"Dengan cara begini, kami semakin bisa mengevaluasi dan semakin memantapkan tekad bahwa normalisasi sungai, pemasangan sheet pile, pengerukan sungai menjadi skala prioritas," kata Djarot.
Usai menjalani persidangan kasus dugaan penodaan agama, semalam, Ahok menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta.
"Saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf pada warga DKI, karena kasus saya ini saya tidak bisa kerja penuh waktu seharian semalam disini, padahal saya tau warga Jakarta sedang mengalami banjir," kata Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.
Ahok sudah menginstruksikan jajaran untuk membantu korban banjir sebaik-baiknya.
"Saya sudah minta kalau ada bayi di tempat pengungsian harus ada air panas supaya gampang buat susu, (saya minta stok) pampers segala macam disediakan," ujar Ahok.
Ahok mengatakan sejak menjabat sebagai pemimpin Jakarta, pemerintah bekerja terus menerus untuk mengatasi permasalahan banjir.
"Kita sudah selesaikan 40 persen penanganan banjir di Jakarta, makanya sekarang surutnya cepat. Tapi emang ada beberapa tanggul yang jebol. Dan sisa 60 persen akan kami lakukan normalisasi termasuk pembuatan waduk," kata Ahok.
"Malah biar kelihatan kinerja kami sehingga masyarakat bisa menilai apakah titik banjir dan genangan dari tahun ke tahun semakin menurun atau semakin meningkat," ujar Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/2/2017).
Djarot mengatakan semenjak pemerintahan hasil pilkada 2012, meskipun belum berhasil membebaskan Jakarta dari banjir, jumlah titik banjir berkurang banyak.
"Hasil evaluasi kami, titik banjir semakin berkurang drastis termasuk lamanya air yang masuk ke rumah warga dan debit air yang masuk. Jadi sudah ada penurunan secara drastis," kata Djarot.
Setelah peristiwa banjir dalam beberapa hari terakhir, kata Djarot, pemerintah akan evaluasi besar-besaran. Salah satu pemicu air sungai meluap ke pemukiman penduduk adalah belum rampungnya normalisasi sungai, selain itu masih adanya pemasangan tiang pancang. Normalisasi, kata dia, akan menjadi prioritas pengerjaan.
"Dengan cara begini, kami semakin bisa mengevaluasi dan semakin memantapkan tekad bahwa normalisasi sungai, pemasangan sheet pile, pengerukan sungai menjadi skala prioritas," kata Djarot.
Usai menjalani persidangan kasus dugaan penodaan agama, semalam, Ahok menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta.
"Saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf pada warga DKI, karena kasus saya ini saya tidak bisa kerja penuh waktu seharian semalam disini, padahal saya tau warga Jakarta sedang mengalami banjir," kata Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.
Ahok sudah menginstruksikan jajaran untuk membantu korban banjir sebaik-baiknya.
"Saya sudah minta kalau ada bayi di tempat pengungsian harus ada air panas supaya gampang buat susu, (saya minta stok) pampers segala macam disediakan," ujar Ahok.
Ahok mengatakan sejak menjabat sebagai pemimpin Jakarta, pemerintah bekerja terus menerus untuk mengatasi permasalahan banjir.
"Kita sudah selesaikan 40 persen penanganan banjir di Jakarta, makanya sekarang surutnya cepat. Tapi emang ada beberapa tanggul yang jebol. Dan sisa 60 persen akan kami lakukan normalisasi termasuk pembuatan waduk," kata Ahok.
Komentar
Berita Terkait
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Transjakarta 'Nyerah' Diterjang Banjir, Momen Penumpang Diangkut Truk di Daan Mogot Viral
-
Jakarta Dikepung Banjir Lagi: Tanggul Jebol, Ratusan Rumah di Cengkareng Terendam Air 1 Meter
-
Jakarta 'Tenggelam' Lagi, 20 RT dan 5 Jalan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
-
Update Banjir Jakarta Minggu Pagi: 19 RT Masih Terendam, Ratusan Warga Bertahan di Pengungsian
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Diversifikasi Kearifan Lokal Desa Citengah dalam Pengembangan Desain Batik
-
Bisakah Sea Farming Berbasis Adat Menyelamatkan Ekonomi Nelayan Pesisir?
-
Indonesia Hadapi Tiga Krisis Lingkungan: Apa Dampaknya dan Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Cerita Rocky Gerung Bantu Prabowo 'Serang Balik' Jokowi lewat Buku Francis Fukuyama
-
PDIP Soroti Prajurit TNI di Bawah Kendali BOP: Beresiko Tinggi Secara Politik Maupun Militer
-
Bamsoet Kenalkan Buku Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung, Ungkap Sikap Ekonomi-Politik
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Dialog dengan Wakil Presiden RI dan Kementerian Pariwisata, InJourney Paparkan Usulan Strategis
-
Bamsoet Sebut Prabowo Ogah Punya Lawan, Singgung Tom Lembong dan Hasto Kristiyanto