- BPBD DKI mencatat 19 RT di Jakarta Barat, Timur, dan Utara masih tergenang akibat hujan deras sejak Kamis.
- Jakarta Timur memiliki titik banjir terbanyak (15 RT), dengan ketinggian air di beberapa lokasi mencapai 140 cm.
- Ratusan warga terpaksa mengungsi di posko-posko yang telah disediakan, tersebar di berbagai lokasi di tiga wilayah tersebut.
Suara.com - Sejumlah wilayah di Ibu Kota masih terkepung banjir hingga Minggu (24/1/2025) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, setidaknya masih ada 19 Rukun Tetangga (RT) serta satu ruas jalan utama yang tergenang imbas hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Kamis lalu.
Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka dan bertahan di posko-posko pengungsian yang telah disediakan. Genangan air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga yang paling parah mencapai 1,4 meter.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa genangan ini merupakan dampak langsung dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir.
“Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis (22/1) menyebabkan terjadinya beberapa genangan di wilayah DKI Jakarta,” kata Mohamad Yohan di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Rincian Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan data terbaru yang dirilis BPBD DKI, Jakarta Timur menjadi wilayah dengan jumlah titik banjir terbanyak, mencapai 15 RT. Kelurahan Bidara Cina dan Kampung Melayu menjadi area yang paling parah terdampak dengan ketinggian air melampaui satu meter.
Berikut adalah rincian lengkap sebaran titik banjir per Minggu pagi:
Jakarta Barat: Terdapat 3 RT yang masih tergenang.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 1 RT dengan ketinggian air 35 cm.
- Kelurahan Kembangan Utara: 2 RT dengan ketinggian air 30-40 cm.
- Jalan Kembangan Raya, Kelurahan Kembangan Selatan, juga masih tergenang setinggi 35 cm.
- Jakarta Timur: Terdapat 15 RT yang masih terendam.
Kelurahan Bidara Cina: 4 RT dengan ketinggian air mencapai 85-140 cm.
Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT dengan ketinggian air 110 cm.
Kelurahan Cawang: 5 RT dengan ketinggian air 20 cm.
Kelurahan Cililitan: 2 RT dengan ketinggian air 20 cm.
Jakarta Utara: Masih terdapat 1 RT yang terendam.
Baca Juga: Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
Kelurahan Kapuk Muara: 1 RT dengan ketinggian air 40 cm.
Ratusan Jiwa Bertahan di Posko Pengungsian
Dampak genangan yang signifikan membuat ratusan kepala keluarga (KK) dengan total ribuan jiwa terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di puluhan titik pengungsian yang didirikan di masjid, sekolah, hingga aula kelurahan.
Berikut adalah data pengungsi yang dihimpun BPBD DKI:
Jakarta Barat
- Kelurahan Rawa Buaya: Total 131 KK (472 jiwa) tersebar di 5 lokasi.
- Kelurahan Kembangan Selatan: 21 KK (82 jiwa) di Kantor JNE.
- Kelurahan Kembangan Utara: Total 60 KK (249 jiwa) tersebar di 4 lokasi.
- Kelurahan Duri Kosambi: 25 KK (100 jiwa) di Masjid Majlis Al-Falah.
Jakarta Timur
- Kelurahan Cawang: Total 28 KK (120 jiwa) di Musholla Al Islah dan Saung Lapangan Tenis.
- Kelurahan Bidara Cina: Total 50 KK (162 jiwa) tersebar di Aula Kelurahan, Gedung SKKT, dan Masjid Al Abror.
- Kelurahan Kampung Melayu: Total 64 KK (320 jiwa) di SDN Kampung Melayu dan Masjid Jami Itihadul Ikhwan.
Jakarta Utara
- Kelurahan Kapuk Muara: 25 KK (97 jiwa) di Gang Masjid Nurul Jannah.
Yohan menjelaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan seluruh personel untuk memantau kondisi di lapangan. Koordinasi intensif dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk mempercepat proses penyedotan genangan serta memastikan seluruh tali air berfungsi optimal.
Pihaknya juga bekerja sama erat dengan para lurah dan camat untuk mendistribusikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar para penyintas, seperti makanan, minuman, dan selimut, terpenuhi.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat. BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan,” kata Yohan.
Berita Terkait
-
Genangan 50 Cm di KM 50 Tol TangerangMerak, PJR Alihkan Kendaraan Kecil ke Lajur 3
-
Akses Terisolasi Jadi Tantangan Utama Pemulihan Pascabanjir Bandang Aceh Timur
-
Kiriman Air dari Tangerang Bikin Banjir di Jakbar Terparah, Pramono Tambah Pompa dan OMC
-
Update Banjir Jakarta: 90 RT dan 9 Ruas Jalan Masih Tergenang hingga Sabtu Pagi
-
Alhamdulillah, RSUD Aceh Tamiang Sudah Kembali Beroperasi
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG
-
BPK Akan Proses Etik Pegawai yang Terseret Kasus Suap
-
Kapolda Riau Beri Nama Nona Seroja untuk Anak Gajah di Tesso Nilo, Apa Maknanya?
-
Bak Film Laga! Penipu di Duren Sawit Dikejar-kejar Massa usai COD Motor Pakai Uang Palsu Rp12 Juta
-
Kata Istana Soal Rencana Kantin Sekolah di Wilayah 3T Bakal Diubah Jadi Dapur MBG
-
Prabowo Perintahkan Kaji Ulang Buku Pelajaran, Tak Mau Siswa Indonesia Kalah dari Luar Negeri
-
Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif