Suara.com - Siapa sangka sejak Indonesia memproklamasikan kemerdekaan 72 tahun silam (1945-2017), hanya ada satu menteri yang menginjakkan kakinya ke Puncak Jaya, Papua. Orang itu adalah Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial era Presiden Joko Widodo.
Khofifah menginjakkan kakinya di Puncak Jaya saat melakukan kunjungan ke daerah tersebut, Agustus 2015.
Khofifah menceritakan detil detik-detik kunjungannya ke kawasan yang marak terjadi penembakan gelap itu kepada suara.com, di sela-sela kunjungan kerja ke Desa Nawin, Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Minggu (26/2/2017).
Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Gus Dur itu mengakui, tidak mudah mendapatkan izin ke Puncak Jaya. Aparat keamanan kerap menolak memberikan izin karena menganggap kawasan itu berbahaya bagi petinggi negara.
"Di sana banyak sniper (penembak runduk) hebat," kata Khofifah merujuk gerilyawan Organisasi Papua Merdeka (OPM), saat berbincang santai dengan suara.com di mobilnya.
Tak putus asa, Khofifah mencoba menelepon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmayanto dan Kepala Kepolisian Indonesia saat itu, Jenderal Badrodin Haiti.
"Mereka bilang, siap. Ya sudah saya siapkan berangkat," ceritanya.
Khofifah lantas menyiapkan berbagai hal, terutama membawa banyak poster Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Dia juga membawa bendera Merah Putih.
Baca Juga: Suku Dayak Beri Obat Mujarab ke Mensos Khofifah, Apa Itu?
"Saya bawa bendera dari yang kecil, sedang, dan besar. Saya juga bawa poster foto presiden dan wapres," kata dia.
Tokoh Nahdalatul Ulama itu akhirnya tiba di Puncak Jaya, Minggu (21/2/2016). Di sana, dia diterima tokoh adat setempat.
"Saya berikan poster itu. Saya bilang, bapak ini presiden Indonesia. Kalau bapak bersedia, bisa saya berikan poster ini ke bapak. Dia menerimanya," cerita Khofifah.
Menurut dia, Puncak Jaya aman untuk dikunjungi. Meski saat itu dia ketat dijaga oleh tentara dan polisi. Bahkan penjagaan sangat ketat.
"Saya ingin memastikan masyarakat di sana mendapatkan haknya sebagai warga negara," katanya. (Pebriansyah Ariefana)
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap