Suara.com - Pebalap anyar Ducati, Jorge Lorenzo, mengakui jika penggantinya di Movistar Yamaha, Maverick Vinales, memiliki potensi menjadi juara dunia suatu hari nanti.
Potensi itu dilihat juara dunia lima kali tersebut usai melihat performa Vinales yang mampu beradaptasi dengan cepat dengan tunggangan barunya di Yamaha.
Hal itu berkaca pada dua tes pramusim terakhir tahun ini di Sirkuit Sepang, Malaysia, 30 Januari-1 Februari dan Sirkuit Phillip Island, Australia, 15-17 Februari lalu, dimana Vinales praktis tampil dominan.
Namun demikian, Lorenzo tetap menjagokan pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, sebagai favorit utama juara dunia tahun ini.
"Jika tidak mengalami nasib sial, Maverick tentu saja bisa jadi juara dunia suatu hari nanti. Dia seperti Marquez, tapi dengan gaya yang berbeda," kata Lorenzo dalam wawancara dengan radio Cadena SER.
"Keduanya sama-sama lapar kemenangan, lebih-lebih Maverick karena dia belum pernah jadi juara dunia. Mereka juga sama cepatnya."
"Yang membedakan cuma motor mereka. Vinales memiliki motor yang lebih baik sekarang, dan pebalap muda yang sangat cepat. Terkait Valentino (Ross), kita tidak pernah tahu, kita bisa dikejutkan suatu saat dengan performanya," tutur Lorenzo.
Para pebalap MotoGP sendiri masih menyisakan satu kali tes pramusim lagi, yakni di Sirkuit Losail, Qatar, 10-12 Maret mendatang, sebelum menjalani seri perdana di arena yang sama, dua pekan kemudian.
Baca Juga: Diminta Buktikan Tanah Negara Dibangun Mal, Anies Cekikikan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum