Suara.com - Sebanyak 6.552 penumpang pesawat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai terdampak penundaan penerbangan akibat kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz al Saud untuk berlibur di Pulau Bali. Mereka dipaksa terbang terlambat dari jadwal resmi.
"Jumlah ini dari sebanyak 39 penerbangan baik internasional dan domestik, kedatangan maupun keberangkatan, yang tertunda di Bandara Ngurah Rai," kata Kepala Humas PT Angkasa Pura I cabang Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim kepada Antara di Bali, Sabtu (4/3/2017).
Jumlah tersebut masih bisa bertambah hingga kurang lebih 8.000 penumpang mengingat beragamnya model dan ukuran pesawat yang berada di bandara tersebut.
Untuk penerbangan internasional, yang tertunda sebanyak delapan keberangkatan dan sembilan kedatangan, sedangkan untuk penerbangan domestik sebanyak 8 kedatangan dan 14 keberangkatan.
Untuk menghindari kejenuhan penumpang akibat penundaan tersebut, pihak Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai berencana menampilkan tarian tradisional untuk menghibur calon penumpang yang terdampak tersebut.
"Hiburannya akan ditampilkan di terminal domestik dan internasional," pungkas Arie menjelaskan.
Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan maskapai, AirNavigasi hingga petugas ground handling untuk penanganan calon penumpang yang terdampak penundaan jadwal terbang itu.
Sedangkan untuk menghindari penumpukan kendaraan, pihaknya juga telah menyiapkan petugas yang mengatur jalur lalu lintas di sekitar keluar masuk terminal. (Antara)
Baca Juga: JK Sebut Raja Salman Lakukan Kunjungan Persahabatan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing